KOTA CIREBON, (FC).- Pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Cirebon saat ini diarahkan melalui sistem manajemen talenta yang menitikberatkan pada kompetensi, integritas dan kinerja sebagai dasar utama pengembangan sumber daya manusia. Tidak melulu dengan masa kerja dari ASN itu sendiri.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno mengatakan, manajemen talenta untuk menciptakan birokrasi yang lebih profesional sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi setiap ASN yang memiliki kemampuan dan prestasi kerja.
“Manajemen talenta dirancang untuk memastikan setiap ASN memperoleh peluang yang sama dalam pengembangan karier berdasarkan kapasitas dan kualitas yang dimiliki,” ujarnya, Senin (23/6).
Dikatakannya, manajemen talenta memberikan kesempatan yang sama kepada ASN yang mempunyai kompetensi dan integritas kerja sebagai bagian dari pengembangan karier sekaligus memperkuat organisasi pemerintah daerah.
Menurutnya, penerapan manajemen talenta tidak hanya berorientasi pada pengembangan karier pegawai, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.
Dengan sistem tersebut, ASN yang memiliki potensi dan kinerja baik dapat dipetakan secara lebih objektif sehingga penempatan maupun pengembangan karier dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Manajemen talenta juga menjadi instrumen penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta fungsi pemerintahan lainnya,” ucapnya.
Ia berharap sistem tersebut mampu menjadi wadah bagi ASN untuk mengembangkan kemampuan dan potensi diri secara lebih terukur.
Dengan demikian, organisasi perangkat daerah dapat memiliki sumber daya manusia yang semakin kompeten dan adaptif terhadap berbagai tantangan pelayanan publik. Namun demikian, penerapan manajemen talenta masih menghadapi sejumlah tantangan.
Salah satunya adalah belum meratanya pemahaman ASN mengenai proses dan mekanisme yang terdapat dalam sistem tersebut.
“Kami terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pemahaman pegawai melalui sosialisasi dan pendampingan kepada perangkat daerah,” imbuhnya.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan program coaching clinic agar ASN dapat memahami secara lebih mendalam proses bisnis manajemen talenta beserta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya.
“Kami sedang berupaya membuka coaching clinic agar perangkat daerah dan ASN bisa memahami proses bisnis manajemen talenta, termasuk faktor-faktor yang menentukan keberhasilannya,” jelasnya.
Ia menegaskan setiap ASN memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Melalui sistem yang lebih terstruktur, potensi tersebut diharapkan dapat dioptimalkan untuk mendukung pencapaian kinerja organisasi pemerintah daerah.
Selain memperkuat pemahaman ASN, BKPSDM Kota Cirebon juga tengah menyiapkan transisi penggunaan aplikasi manajemen talenta milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Penggunaan aplikasi nasional tersebut diyakini akan meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur.
“Ke depan kita akan bergeser menggunakan aplikasi milik BKN yang lebih akuntabel dan menjadi bagian penting dalam pengembangan SDM secara nasional,” katanya.
Melalui penerapan manajemen talenta dan dukungan sistem digital yang lebih terintegrasi, Pemerintah Kota Cirebon berharap mampu melahirkan ASN yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Dengan begitu, kualitas pelayanan kepada masyarakat pun dapat terus meningkat seiring berkembangnya kapasitas aparatur pemerintah daerah. (Agus)










































































































Discussion about this post