KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur perhubungan di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna memperoleh dukungan program dan pendanaan pembangunan.
Upaya tersebut dilakukan melalui audiensi ke Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan RI di Jakarta, Senin (22/6).
Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar hadir bersama Wakil Bupati Tuti Andriani dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan H.M. Nurdijanto.
Rombongan diterima langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Aan Suhanan, M.Si., untuk membahas berbagai kebutuhan infrastruktur perhubungan yang dinilai masih mendesak di Kabupaten Kuningan.
Bupati Dian mengatakan, langkah jemput bola tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah agar berbagai program pembangunan dari pemerintah pusat dapat dialokasikan ke Kabupaten Kuningan.
“Hari ini kami bersilaturahmi sekaligus menyampaikan beberapa kebutuhan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang memang memerlukan dukungan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Pemkab Kuningan menyoroti masih terbatasnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU), terutama di ruas jalan nasional yang melintasi wilayah Kabupaten Kuningan.
Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap tingkat keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Menurut Dian, masih terdapat sejumlah titik jalan yang membutuhkan tambahan penerangan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Salah satu yang kami sampaikan adalah kebutuhan PJU. Kami masih sangat membutuhkan penerangan jalan, khususnya pada ruas jalan nasional yang persentasenya masih kurang,” katanya.
Selain kebutuhan PJU, Pemkab Kuningan juga mengusulkan penambahan Alat Kelengkapan Jalan (AKJ), seperti rambu lalu lintas, marka jalan, serta berbagai perlengkapan keselamatan lainnya.
Fasilitas tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Dian menegaskan, pembangunan infrastruktur keselamatan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Ia menambahkan, strategi menjalin komunikasi aktif dengan kementerian dan lembaga pemerintah pusat akan terus dilakukan sebagai upaya memperluas sumber pendanaan pembangunan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami terus berupaya memastikan pemerintah pusat dapat memberikan alokasi program ke Kabupaten Kuningan. Dengan menjemput bola seperti ini, kami optimistis Kuningan dapat terus berkembang dan sejajar dengan daerah lain,” ungkapnya.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Pemkab Kuningan berharap berbagai kebutuhan infrastruktur perhubungan dapat segera terealisasi sehingga mampu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran mobilitas masyarakat di Kabupaten Kuningan. (Angga)










































































































Discussion about this post