KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran hebat melanda sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai gudang gas LPG di Blok Karang Anyar RT 05/RW 02, Desa Cipeujeuh Wetan, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/6) dini hari.
Dalam peristiwa tersebut satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan kerugian materi ditaksir mencapai Rp250 juta.
Berdasarkan hasil penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor setelah digunakan untuk merebus air.
Api kemudian membesar dan menjalar ke seluruh bangunan yang di dalamnya tersimpan sejumlah tabung gas LPG.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 01.00 WIB dari pemilik rumah, Taryudi.
Regu 2 Damkar Sektor Lemahabang langsung diterjunkan dan tiba di lokasi hanya beberapa menit setelah laporan diterima.
“Begitu menerima laporan, petugas segera bergerak untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi,” ujar Eno.
Menurutnya, keterangan pemilik rumah dan warga sekitar mengarah pada dugaan bahwa sumber api berasal dari kompor yang masih menyala setelah digunakan memasak air.
Kondisi bangunan yang juga digunakan sebagai tempat penyimpanan tabung gas membuat kobaran api cepat membesar dan meningkatkan risiko ledakan.
“Dugaan sementara kebakaran berasal dari kompor yang lupa dimatikan. Karena di lokasi terdapat penyimpanan LPG, proses penanganan harus dilakukan dengan sangat hati-hati,” katanya.
Melihat situasi yang berpotensi membahayakan, Damkar Lemahabang meminta bantuan tambahan dari Damkar Sektor Pangenan dan Cikulak.
Petugas juga berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik demi menghindari risiko korsleting dan mempercepat proses pemadaman.
Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk mengendalikan api. Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.06 WIB, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 03.30 WIB guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
“Pendinginan dilakukan secara menyeluruh agar tidak terjadi kebakaran susulan,” jelas Eno.
Akibat kejadian tersebut, sebagian besar bangunan beserta isi rumah dan gudang hangus terbakar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Proses penanganan melibatkan personel Damkar dari tiga sektor, petugas PLN, anggota Polsek Lemahabang, perangkat Desa Cipeujeuh Wetan, serta warga sekitar yang turut membantu di lokasi kejadian.
Eno kembali mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan penggunaan kompor, tabung gas, dan instalasi listrik.
“Pastikan kompor sudah dimatikan setelah digunakan dan periksa kembali kondisi peralatan listrik sebelum beristirahat atau meninggalkan rumah,” pungkasnya. (Nawawi)













































































































Discussion about this post