KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) tancap gas mengakselerasi program satu tahun pra-sekolah sebagai fondasi mencetak generasi unggul sejak usia dini.
Program ini digencarkan dengan turun langsung ke lapangan, menyasar lembaga TK dan PAUD di seluruh wilayah guna memastikan pemahaman masyarakat semakin meningkat.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kuningan, Dicky Mahardika, mengatakan sosialisasi telah dilakukan secara intensif dalam beberapa pekan terakhir.
“Selama hampir lima minggu berturut-turut kami bersama Bunda PAUD turun langsung ke TK dan PAUD untuk memastikan masyarakat memahami pentingnya satu tahun pra-sekolah,” ujarnya usai upacara Hardiknas, Sabtu (2/5).
Tak hanya fokus pada edukasi, Disdikbud juga mengintegrasikan program Gematermisu (Gemar Makan Telur dan Minum Susu) sebagai upaya pemenuhan gizi anak usia dini.
Menurut Dicky, pemenuhan gizi menjadi faktor penting dalam menunjang kesiapan belajar anak, baik dari sisi fisik maupun konsentrasi.
“Ini bukan hanya soal belajar, tapi bagaimana anak siap secara mental, sosial, dan fisik saat masuk SD,” tegasnya.
Ia menjelaskan, usia ideal mengikuti pendidikan PAUD berada pada rentang 4 hingga 6 tahun, dengan penekanan pada usia 5 hingga 6 tahun sebagai masa transisi menuju pendidikan dasar.
Program satu tahun pra-sekolah sendiri menjadi bagian dari penguatan sistem pendidikan seiring penerapan wajib belajar 13 tahun.
Melalui langkah masif tersebut, Disdikbud Kuningan berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat, sehingga anak-anak memiliki bekal kuat sejak dini untuk menghadapi jenjang pendidikan berikutnya. (Angga)











































































































Discussion about this post