KAB.CIREBON, (FC).- Kesemrawutan pedagang kaki lima (PKL) di jalur menuju RSUD Waled, tepatnya kawasan Pasar Pabuaran Kidul, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, dikeluhkan warga.
Lapak pedagang yang memadati bahu jalan dinilai menghambat arus lalu lintas, termasuk kendaraan prioritas seperti ambulans.
Pantauan di lapangan, aktivitas perdagangan yang meluas membuat sebagian ruas jalan menyempit. Kondisi tersebut memicu kemacetan, terutama pada pagi dan sore hari saat volume kendaraan meningkat.
Persoalan itu turut menjadi sorotan dalam rapat koordinasi yang digelar pada 21 April 2026. Sejumlah unsur masyarakat bersama anggota DPRD Kabupaten Cirebon mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah penataan.
Tokoh masyarakat setempat, R. Hamzaiya, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) segera turun tangan menertibkan kawasan tersebut agar fungsi jalan kembali normal.
“Kami berharap ada tindakan tegas dari Satpol PP supaya lalu lintas lancar dan akses menuju rumah sakit tidak terganggu. Atas nama masyarakat, kami juga sudah menyampaikan surat kepada Kasatpol PP,” ujarnya, Rabu (22/4).
Menurut dia, penataan kawasan mendesak dilakukan karena jalur tersebut merupakan akses vital masyarakat, khususnya bagi pasien dan kendaraan darurat yang menuju Rumah Sakit Waled.
Ia menambahkan, langkah penertiban sebaiknya dibarengi solusi penataan yang manusiawi agar para pedagang tetap memiliki ruang usaha yang layak.
“Penataan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan, sehingga pedagang juga mendapat solusi,” katanya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mengambil langkah strategis untuk mengurai kemacetan serta memastikan akses menuju fasilitas kesehatan tetap terbuka dan aman. (Nawawi)














































































































Discussion about this post