KAB.CIREBON, (FC).- Kemacetan lalu lintas terjadi di wilayah Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Kamis (16/4), akibat sejumlah proyek pembangunan yang berlangsung bersamaan dengan tingginya mobilitas kendaraan.
Kepadatan dipicu kombinasi pengerjaan infrastruktur, perlintasan kereta api jalur ganda (double track), serta aktivitas pusat perbelanjaan. Kondisi ini membuat arus kendaraan kerap tersendat, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.
Sejumlah proyek gorong-gorong di jalur strategis dilaporkan berjalan hampir bersamaan, di antaranya di ruas Jalan Kanci–Sindanglaut wilayah Cipeujeuh dan Jalan Lemahabang pada jalur Sindanglaut–Pabuaran.
Pengerjaan tersebut mempersempit badan jalan dan memicu antrean panjang kendaraan.
Minimnya petugas pengatur lalu lintas di lokasi proyek turut memperparah kondisi. Pengendara kerap saling berebut jalur sehingga kemacetan sulit dihindari.
Tokoh masyarakat setempat, Dedi Gunawan, menilai pelaksanaan proyek seharusnya dibarengi manajemen lalu lintas yang baik agar tidak mengganggu aktivitas warga.
“Pembangunan harus tetap memperhatikan kelancaran aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan, baik untuk pekerja maupun pengguna jalan.
Keluhan serupa disampaikan pengendara, Yusuf, yang mengaku hampir setiap hari terjebak kemacetan di jalur tersebut.
“Kalau tidak ada petugas, kendaraan saling mendahului dan bisa macet total,” katanya.
Selain proyek, tingginya intensitas perjalanan kereta api di jalur double track serta ramainya aktivitas pusat perbelanjaan turut menambah beban lalu lintas.
Akumulasi faktor tersebut menjadikan jalur Sindanglaut–Pabuaran sebagai salah satu titik rawan kemacetan di wilayah Cirebon Timur. Warga berharap ada evaluasi dari pihak terkait, terutama dalam pengaturan lalu lintas, penjadwalan pekerjaan, dan peningkatan standar keselamatan. (Nawawi)














































































































Discussion about this post