KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Bank BJB melakukan penataan kawasan pusat jajanan kuliner Puspa Langlangbuana melalui konsep penataan ruang, co-branding, serta digitalisasi transaksi.
Upaya penguatan sektor UMKM tersebut diresmikan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Sabtu (28/3) malam.
Bupati Dian menegaskan, pengembangan kawasan kuliner tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi harus dibarengi komitmen menjaga kebersihan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan.
“Kalau tempatnya bersih, nyaman, dan terawat, orang pasti akan datang kembali. Tapi kalau kumuh dan tidak terjaga, pengunjung akan enggan datang lagi,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar Puspa Langlangbuana memiliki daya tarik berbeda dibandingkan sentra kuliner lainnya, salah satunya melalui konsep visual yang khas dan penyelenggaraan hiburan rutin guna meningkatkan kunjungan masyarakat.
Selain itu, Bupati menekankan pentingnya kurasi kualitas produk agar tetap kompetitif, baik dari sisi rasa, penyajian, maupun variasi menu yang ditawarkan kepada pengunjung.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi peran Bank BJB yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam mendorong digitalisasi ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kuningan, Toni Kusumanto, mengatakan penataan kawasan ini menjadi langkah untuk menghidupkan kembali pusat kuliner legendaris di Kuningan.
“Alhamdulillah saat ini sudah ada 29 pedagang yang kembali beraktivitas. Ini menunjukkan geliat ekonomi yang mulai tumbuh kembali,” katanya.
Menurutnya, salah satu inovasi utama adalah penerapan sistem pembayaran digital berbasis QRIS yang memudahkan transaksi antara pedagang dan pengunjung.
“Ke depan, masyarakat bisa menikmati kuliner tanpa harus membawa uang tunai. Semua transaksi bisa dilakukan secara digital,” jelasnya.
Puspa Langlangbuana kini menghadirkan beragam pilihan kuliner, mulai dari es ubi ungu, bakso bakar, corndog, sosis bakar, soto dan empal, jasuke, korean cake, cilok, roti bakar, martabak, nasi jamblang, mie jeletot, takoyaki, bajigur, churros, dim sum, batagor, telur gulung, cimol, mochi hingga bakso seblak.
Peresmian ditandai dengan prosesi gunting pita di pintu masuk kawasan oleh Bupati Kuningan. Turut hadir Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekda Uu Kusmana, jajaran Bank BJB, unsur TNI-Polri, serta kepala perangkat daerah.
Melalui penataan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Puspa Langlangbuana kembali menjadi pusat kuliner unggulan yang modern, nyaman, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. (Angga)

















































































































Discussion about this post