MAJALENGKA, (FC).– Jelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal menghitung jam, Polres Majalengka, mengingatkan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu di tengah lonjakan aktivitas ekonomi dan transaksi tunai.
Hal ini di buktikan dengan terbongkarnya sindikat peredaran uang palsu oleh polisi dibeberapa daerah.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasi Humas AKP Yayan Suripna menyampaikan bahwa momen menjelang Lebaran kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyusupkan uang palsu dalam peredaran.
“Perputaran uang yang tinggi saat lebaran menjadi celah bagi pelaku. Kami mengimbau masyarakat agar lebih teliti, terutama saat menerima uang pecahan besar,” ujar AKP Yayan kepada wartawan, Rabu (18/3).
Ia menekankan pentingnya mengenali keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang). Uang asli memiliki warna yang lebih jelas, tekstur kasar pada bagian tertentu, serta dilengkapi tanda air dan benang pengaman saat diterawang.
Tak hanya masyarakat umum, pihak kepolisian juga mengingatkan para pelaku usaha, khususnya pedagang di pasar dan toko retail, agar lebih berhati-hati. Penggunaan alat bantu seperti lampu ultraviolet (UV) atau mesin pendeteksi uang dapat menjadi langkah preventif yang efektif.
Polres Majalengka juga memastikan akan meningkatkan patroli serta pengawasan di titik-titik rawan peredaran uang palsu. Kerja sama dengan perbankan dan instansi terkait turut diperkuat guna menekan potensi kejahatan ini.
Terpisah, seorang pedagang kartu seluler dan kuota di wilayah Kecamatan Ligung, merasa telah menjadi korban dari pelaku pengedar uang palsu. Modusnya pelaku membeli koata HP dengan harga Rp 13.000, terus diri nya memberikan pengembalian sebesar Rp 87.000. namun saat di periksa ternyata uangnya palsu, dan pelaku pun sudah kabur di tengah kegelapan malam.
“Seminggu yang lalu seorang laki laki membeli membeli kuota hp, namun setelah di cek uang nya palsu. Pelaku sudah keburu kabur. Saat itu saya belum punya alat pengecek lampu ultraviolet, kelihatannya asli, karena nampak baru, namun setelah di cek ternyata palsu. Sekarang uang tersebut saya pajang di etalase sambil di tulis palsu,” ujar Samsudin.
Mulai saat itu kata dia, dirinya selalu waspada dan sekarang sudah beli alat bantu sinar ultraviolet, agar tidak terkecoh lagi. (Munadi)













































































































Discussion about this post