KAB.CIREBON, (FC).- Anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Abdul Kodir, membantah tudingan yang menyebut dirinya memiliki atau terlibat dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Wiyong, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Abdul Kodir menegaskan bahwa SPPG yang berada di Desa Wiyong bukan miliknya dan tidak memiliki keterkaitan kepemilikan dengan dirinya. Ia menyebut fasilitas tersebut sepenuhnya dikelola oleh sebuah yayasan.
“Kalau soal kepemilikan itu bukan punya saya. Silakan cek saja ke BGN, ada nama saya atau tidak. SPPG Wiyong itu milik yayasan murni, sekali lagi tidak ada terkait kepemilikan punya saya,” ujarnya kepada FC, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, dirinya hanya membantu masyarakat sekitar pada awal berdirinya dapur SPPG. Saat itu, banyak warga yang meminta bantuan untuk mendapatkan pekerjaan.
“Saya hanya membantu masyarakat sekitar, karena saat itu banyak warga yang meminta dicarikan pekerjaan. Sebelum dapur SPPG resmi beroperasi memang ada beberapa warga yang saya rekomendasikan untuk bekerja di sana,” katanya.
Abdul Kodir juga menegaskan bahwa dirinya mematuhi aturan partai yang melarang kader terlibat dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kepentingan bisnis.
“Untuk menepis isu yang beredar, saya tegaskan membantah. Saya fatsun terhadap peraturan yang dikeluarkan oleh DPP PDI Perjuangan yang melarang kadernya terlibat mengelola MBG pada SPPG demi kepentingan bisnis,” tegasnya.
Sebelumnya, muncul isu di masyarakat Desa Wiyong, Kecamatan Susukan, yang menyebut salah satu SPPG di wilayah tersebut diduga milik Abdul Kodir. Dugaan tersebut memicu sorotan publik terkait kemungkinan keterlibatan kader partai dalam pengelolaan dapur program MBG.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Rudiana, mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut. Namun pihaknya akan memanggil Abdul Kodir untuk meminta klarifikasi.
“Belum ada laporan terkait kader PDIP yang mengelola SPPG. Nanti akan kami panggil untuk klarifikasi,” ujarnya melalui pesan singkat. (Johan)















































































































Discussion about this post