KUNINGAN, (FC).- Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) Republik Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi penyelenggara program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 bagi guru. Program tersebut memberikan kesempatan kepada ratusan guru PAUD dan SD untuk melanjutkan pendidikan sarjana secara gratis.
Kerja sama antara Unisa Kuningan dan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK) Kemdikdasmen itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat (6/3).
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, bersama Dirjen GTK Kemdikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, disaksikan sejumlah pejabat kementerian, para direktur, serta undangan lainnya.
Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang dipercaya pemerintah, Unisa Kuningan membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk dua program studi, yakni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Program ini diperuntukkan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik sarjana atau D4.
Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima Amrullah, menyampaikan bahwa pada periode ini Unisa Kuningan mendapat kuota sebanyak 282 peserta.
“Untuk periode ini kami menerima 214 kuota untuk Prodi PG PAUD dan 68 kuota untuk PGSD,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Kemdikdasmen kepada Unisa Kuningan untuk terlibat dalam program strategis peningkatan kualitas guru nasional.
Nurul Iman juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti, Dirjen GTK Prof. Nunuk Suryani, serta seluruh jajaran kementerian yang telah melibatkan Unisa dalam program tersebut.
“Insyaallah amanah ini kami jaga sebaik-baiknya. Kami akan selalu mendukung program pemerintah yang mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme guru,” katanya.
Sementara itu, Dirjen GTK Kemdikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 bagi guru merupakan langkah pemerintah untuk menuntaskan data guru di tingkat dasar dan menengah yang belum memenuhi standar pendidikan minimal sarjana.
Menurutnya, setelah menyelesaikan program RPL, para guru akan melanjutkan ke tahap Pendidikan Profesi Guru (PPG) agar memiliki sertifikasi profesional.
“Lulus program RPL kemudian mengikuti PPG afirmasi, sehingga para guru dapat menjadi guru profesional dengan kesejahteraan yang lebih baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Tim Pelaksana Program RPL Unisa Kuningan, Asep Nugraha, mengatakan perkuliahan akan berlangsung selama tiga semester dan dijadwalkan mulai Maret 2026. Seluruh peserta yang mengikuti program tersebut telah terdaftar dalam sistem SIPKA masing-masing guru.
Menurut Asep, pada 6-8 Maret pihak kampus akan menghubungi para peserta untuk melakukan pendaftaran melalui laman Sistem Informasi Akademik (Siakad) kampus.
“Selanjutnya akan dilaksanakan coaching clinic pada 10 Maret, asesmen peserta pada 12 Maret, dan awal perkuliahan direncanakan pada 30 Maret setelah Lebaran,” pungkasnya. (Angga)












































































































Discussion about this post