KUNINGAN, (FC).- Menjelang satu tahun kepemimpinan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani, berbagai capaian pembangunan mulai menunjukkan hasil signifikan di sejumlah sektor strategis.
Meski dihadapkan pada tekanan fiskal, tantangan sosial yang kompleks, serta ekspektasi publik yang tinggi, pemerintahan dengan visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh) mampu mencatatkan tren pembangunan yang positif.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengatakan, tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada pemulihan ekonomi, penataan tata kelola pemerintahan, serta penguatan perlindungan sosial bagi masyarakat.
“Kami memulai pemerintahan ini di tengah keterbatasan fiskal dan beban tunda bayar yang besar. Namun kami berkomitmen untuk tetap menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Dian, Kamis (29/1).
Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan pada Triwulan II 2025 melonjak hingga 10,42 persen, tertinggi di Pulau Jawa.
Meski pada Triwulan III mengalami koreksi, laju pertumbuhan tetap berada di jajaran tertinggi di Jawa Barat.
Menurut Dian, capaian tersebut didorong masuknya investasi baru serta penguatan sektor UMKM.
“Masuknya investasi dan penguatan UMKM menjadi kunci kebangkitan ekonomi daerah. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia usaha agar lapangan kerja terus tercipta,” katanya.
Dalam 100 hari kerja, Pemkab Kuningan membuka lebih dari 13 ribu lowongan pekerjaan, dengan serapan tenaga kerja mencapai lebih dari seribu orang. Hal ini berdampak pada menurunnya angka pengangguran terbuka.
“Kami ingin pembangunan benar-benar dirasakan rakyat. Indikatornya jelas, pengangguran turun dan daya beli masyarakat mulai meningkat,” tegas Dian.
Pada bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan meraih predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Jawa Barat serta Pinunjul Award Pengendalian Inflasi untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Selain itu, Kuningan juga menempati peringkat II Pembangunan Daerah se-Jawa Barat.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pelayanan publik,” ungkapnya.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Kuningan mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pembangunan dan rehabilitasi 153 ruas jalan, ratusan titik jalan lingkungan desa, PJU, serta perbaikan drainase.
Di bidang infrastruktur digital, wilayah blank spot sinyal kini tersisa satu desa.
“Kami sadar konektivitas fisik dan digital adalah kunci pemerataan pembangunan. Karena itu, infrastruktur menjadi salah satu fokus utama kami,” jelas Dian.
Dalam pengelolaan fiskal, Pemkab Kuningan berhasil melunasi tunda bayar sebesar Rp96,7 miliar lebih cepat dari jadwal.
“Penataan fiskal kami lakukan secara disiplin, transparan, dan bertanggung jawab agar pembangunan berjalan berkelanjutan,” ucapnya.
Upaya pengentasan kemiskinan juga menunjukkan hasil. Angka kemiskinan di Kabupaten Kuningan turun menjadi 10,74 persen, dengan lebih dari 12 ribu warga berhasil keluar dari kategori miskin.
Program GEMA SADULUR menjadi instrumen utama dalam memperkuat rehabilitasi sosial, perlindungan, jaminan sosial, serta pemberdayaan ekonomi produktif.
“Kami ingin masyarakat bangkit dengan harga diri, bukan sekadar menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi,” tandas Dian.
Di sektor pertanian, Kuningan turut berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi Jawa Barat sebesar 10,2 juta ton GKG dan nasional 60,37 juta ton GKG. Sepanjang 2025, petani menerima 337 unit alat dan mesin pertanian senilai Rp10 miliar.
“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, sehingga dukungan sarana, teknologi, dan pendampingan terus kami perkuat,” pungkasnya.(Angga)












































































































Discussion about this post