KAB.CIREBON, (FC).- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Cirebon terus mempercepat transformasi digital di bidang kearsipan. Hingga saat ini, tingkat digitalisasi arsip di Kabupaten Cirebon telah mencapai 96,82 persen dengan predikat Sangat Memuaskan.
Kepala Disarpus Kabupaten Cirebon, Mohamad Ferry Afrudin, menjelaskan bahwa proses alih media arsip difokuskan pada arsip statis, yakni arsip bernilai guna permanen yang harus diselamatkan sebagai memori kolektif daerah.
“Sebagian besar arsip sudah dialihmediakan ke arsip digital. Yang dikecualikan hanya arsip basah dan beberapa produk hukum yang masih membutuhkan tanda tangan basah. Selain itu, semuanya sudah masuk ke sistem arsip digital,” ujar Ferry, Rabu (21/1).
Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Cirebon juga tengah menjalankan proses penerapan SRIKANDI (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa diwajibkan menggunakan aplikasi nasional tersebut.
“Desa-desa diwajibkan menggunakan SRIKANDI. Saat ini masih dalam tahap proses dan pendampingan,” jelasnya.
Kebijakan tersebut sejalan dengan edaran Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang meminta pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan kearsipan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“ANRI mendorong pemerintah daerah untuk mewujudkan tertib arsip, mempercepat transformasi digital, serta menjaga memori kolektif bangsa melalui pengelolaan arsip yang baik,” kata Ferry.
Selain itu, ANRI juga meminta pemerintah daerah menyusun program kegiatan kearsipan berdampak, yakni program yang memberikan manfaat nyata bagi tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, penerapan aplikasi SRIKANDI juga diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perangkat daerah, kecamatan, hingga kelurahan dan desa.
Berkat capaian tersebut, Kabupaten Cirebon mencatatkan prestasi membanggakan. Untuk wilayah Ciayumajakuning, Kabupaten Cirebon berada di peringkat pertama, kemudian peringkat ke-4 se-Jawa Barat, dan peringkat ke-41 secara nasional dalam penilaian kearsipan.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan arsip, baik secara fisik maupun digital,” pungkas Ferry. (Ghofar)














































































































Discussion about this post