KUNINGAN, (FC).- Upaya memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan dengan menjalin komunikasi aktif bersama perangkat daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Kuningan, Kamis (8/1), sekaligus memperkenalkan program pembinaan kerja yang dikembangkan di dalam lapas.
Rombongan yang dipimpin Kepala Lapas Sukarno Ali diterima oleh jajaran Dinas PUTR Kabupaten Kuningan.
Pertemuan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan arah pembinaan pemasyarakatan yang menitikberatkan pada peningkatan keterampilan dan kesiapan kerja Warga Binaan.
Dalam kesempatan tersebut, Lapas Kelas IIA Kuningan memperkenalkan peci peupeujeuh, produk kerajinan hasil karya Warga Binaan yang mengangkat ciri khas lokal Kuningan.
Produk ini dihasilkan melalui program pembinaan kerja yang dirancang untuk menumbuhkan etos kerja, ketelitian, serta tanggung jawab.
“Pembinaan kemandirian kami arahkan agar Warga Binaan memiliki bekal nyata. Mereka tidak hanya dibina secara mental, tetapi juga dibekali keterampilan yang bisa menjadi sumber penghidupan setelah bebas,” ujar Sukarno Ali.
Ia menegaskan, sinergi dengan perangkat daerah menjadi faktor penting agar hasil pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, melainkan dapat berkembang dan dimanfaatkan lebih luas.
Baca Juga: Bangun Kemandirian, Lapas Kuningan Buka Akses Pasar Produk Warga Binaan
“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapannya, produk hasil karya Warga Binaan bisa digunakan, dipromosikan, dan memberi nilai tambah bagi mereka,” katanya.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna menyampaikan apresiasi atas inisiatif Lapas Kelas IIA Kuningan yang dinilai sejalan dengan semangat pemberdayaan dan pemanfaatan produk lokal.
“Kami melihat produk yang dihasilkan cukup potensial. Ini menunjukkan pembinaan di lapas berjalan produktif dan patut didukung,” ujar Putu.
Kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pemberdayaan Warga Binaan serta penguatan UMKM Pemasyarakatan.
Melalui langkah ini, menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang adaptif, produktif, dan berorientasi pada kemandirian sebagai bekal reintegrasi sosial Warga Binaan. (Angga)












































































































Discussion about this post