KUNINGAN, (FC).- Peringatan Dies Natalis ke-31 Yayasan Taruna Mandiri yang dirangkaikan dengan hari jadi ke-18 SLBN Taruna Mandiri berlangsung khidmat di Bale Waluya, Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (8/1).
Kegiatan ini menegaskan konsistensi yayasan dalam memperjuangkan hak pendidikan anak berkebutuhan khusus selama lebih dari tiga dekade.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menilai kiprah Yayasan Taruna Mandiri sebagai contoh nyata pengabdian yang berangkat dari ketulusan.
Menurutnya, keberhasilan membangun pendidikan inklusif tidak semata diukur dari bangunan fisik, tetapi dari nilai kemanusiaan yang ditanamkan.
“Keteguhan, niat tulus, dan keikhlasan telah melahirkan kesuksesan. Membangun lembaga seperti ini bukan hanya soal gedung, tetapi membangun harapan, masa depan, dan keyakinan anak-anak penyandang disabilitas,” ujar Bupati Dian.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus mendukung pengembangan layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.
“Bagi kami, investasi terbaik adalah pada manusia, tanpa terkecuali. Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak dan peluang yang sama untuk maju,” tambahnya.
Ketua Yayasan Taruna Mandiri Carlan mengisahkan bahwa yayasan berdiri pada 8 Januari 1995, berangkat dari tekad pribadi setelah dirinya menerima penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat Nasional tahun 1994.
Bersama sang istri, Kokoy Kurniawati, ia memulai SLB Taruna Mandiri yang kemudian berkembang menjadi jaringan lembaga pendidikan khusus di berbagai daerah.
“Yang kami kejar bukan kemewahan, tetapi kebermanfaatan. Keterbatasan bagi kami justru tidak berbatas ability to infinity,” ungkap Carlan.
Ia menyebutkan, empat SLB yang berada di bawah naungan yayasan telah dihibahkan kepada pemerintah.
Sementara SLB Taruna Mandiri saat ini difokuskan sebagai sentra vokasi dengan orientasi keterampilan kerja agar lulusan memiliki kemandirian ekonomi.
“Alhamdulillah, banyak alumni kami yang sudah bekerja di hotel, ritel modern, industri padat karya, bahkan menjadi wirausaha mandiri,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Deden Saepul Hidayat menyampaikan apresiasi atas kontribusi Yayasan Taruna Mandiri dalam pengembangan pendidikan khusus di Jawa Barat.
“Yayasan Taruna Mandiri adalah mitra strategis pemerintah. Kontribusinya nyata dan berdampak langsung bagi perluasan layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus,” kata Deden.
Ia mengungkapkan, SLB Taruna Mandiri meraih peringkat kedua dalam ajang Gapura Panca Waluya dan memperoleh dukungan sarana prasarana senilai Rp1,5 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi Kemendikdasmen Muhammad Hasbi beserta jajaran, Wakil Bupati Kuningan, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, Kepala SLBN Taruna Mandiri Kokoy Kurnaeti, serta keluarga besar SLB se-Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Cirebon. (Angga)












































































































Discussion about this post