KUNINGAN, (FC).- Upaya membangun kemandirian warga binaan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan dengan membuka akses pasar bagi produk hasil pembinaan.
Melalui kerja sama dengan Toko Oleh-Oleh binaan Dinas UMKM Kabupaten Kuningan, produk warga binaan kini mulai dipasarkan secara lebih luas, Kamis (25/12).
Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret Lapas Kuningan dalam menjembatani hasil pembinaan dengan dunia usaha. Kegiatan ini dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, Kepala Seksi Giatja, jajaran staf Lapas, serta pengelola Toko Oleh-Oleh binaan Dinas UMKM Kabupaten Kuningan.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah produk hasil karya warga binaan diperkenalkan sekaligus diserahkan sebagai sampel.
Salah satu produk yang menjadi unggulan adalah Peci Peupeujeuh, yang dikembangkan melalui pembinaan keterampilan dan kreativitas warga binaan di dalam lapas.
Produk-produk tersebut selanjutnya akan dipasarkan melalui jaringan UMKM, event promosi, serta bazar yang difasilitasi Dinas UMKM Kabupaten Kuningan.
Selain membuka peluang pemasaran, kedua belah pihak juga membahas kesinambungan produksi dan mekanisme kerja sama agar produk dapat diproduksi secara konsisten.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian harus berorientasi pada hasil nyata yang dapat dirasakan warga binaan.
“Kami tidak ingin pembinaan berhenti di pelatihan saja. Produk yang dihasilkan harus punya nilai jual dan mampu diterima masyarakat. Inilah bekal penting bagi warga binaan ketika kembali ke lingkungan sosialnya,” kata Sukarno Ali.
Ia menambahkan, dukungan dari pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri warga binaan sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan.
“Dengan adanya akses pasar, warga binaan akan lebih termotivasi karena hasil karyanya benar-benar dihargai,” ujarnya.
Sementara itu, pihak pengelola Toko Oleh-Oleh binaan Dinas UMKM Kabupaten Kuningan menyambut positif kerja sama tersebut.
Menurutnya, produk warga binaan memiliki kualitas dan keunikan yang layak dikembangkan sebagai produk lokal unggulan.
“Kami melihat potensi yang cukup besar. Produk ini punya ciri khas dan kualitas yang baik, sehingga layak dipasarkan melalui jaringan UMKM dan berbagai kegiatan promosi,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas pembinaan kemandirian warga binaan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan produk lokal Kabupaten Kuningan.(Angga)












































































































Discussion about this post