KOTA CIREBON, (FC).- Adanya resistensi terhadap pemeriksa rapid test di salah satu pasar tradisional di Kota Cirebon, sebenarnya hanya miskomunikasi saja. Sejatinya, para pedagang, pemasok barang dan pengunjung pasar bersedia melakukan rapid test.
Hal ini dikemukakan oleh Dirut Perumda Pasar Berintan Kota Cirebon Akhyadi kepada FC, Selasa (16/8).
Akhyadi mengaku sudah memanggil kepala pasar untuk mengetahui duduk permasalahannya. Dan ternyata hanya kurang komunikasi dan sosialisasi saja.
“Saya panggil kepala pasarnya, ternyata sebenarnya mereka bersedia. Akan tetapi mereka juga meminta penjelasan dan sosialisasi sebelum pelaksanaan rapid test tersebut,” jelasnya.
Pihaknya memahami kekhawatiran mereka yang beraktivitas di pasar, karena di Pasar Sumber pada waktu itu dilakukan rapid test, hasilnya ada beberapa orang yang reaktif. Dan menjadi heboh dengan ditutupnya pasar tersebut. Padahal setelah di swab PCR hasilnya negatif.











































































































Discussion about this post