Untuk itu, Akhyadi menyarankan agar dinas terkait memberikan sosialisasi pentingnya rapid test.
Dengan penjelasan ini, pihaknya yakin tidak ada yang menolaknya. Pasalnya, saat ini kesadaran terhadap protokol kesehatan di pasar tradisional sudah bagus.
Sementara Dirops dan Usaha Maman Suryaman menambahkan, pihaknya sudah mendirikan posko disemua pasar. Posko tersebut akan mengontrol dan mengawasi semua aktivitas di pasar.
Bila kedapatan ada yang tidak memakai masker, secara tegas tidak akan diperkenankan masuk pasar. Kemudian disediakan juga wastafel portabel untuk cuci tangan.
Untuk diketahui, lanjutnya, jumlah pasar yang dibawah naungan Perumda Pasar ada 10. Rinciannya 6 pasar besar yakni, Pasar Kanoman, Jagasatru, Harjamukti, Gunungsari dan Pasar Balong.
Kemudian pasar sedang yaitu Pasar Perum dan Kramat, sedangkan pasar kecil meliputi Pasar Drajat dan Pronggol.
“Kebijakan kami pada PSBB keempat ini, tidak memberlakukan pembatasan waktu. Jadi operasional pasar seperti biasanya. Namun tetap memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat,” tandasnya. (Gus)











































































































Discussion about this post