KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa (Pemdes) Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon memastikan tradisi tahunan Memayu akan kembali digelar pada 23 – 24 November 2025 mendatang.
Namun, pelaksanaan arak-arakan kali ini akan dibatasi jumlah pesertanya demi menjaga ketertiban dan keamanan.
Sekretaris Desa (Sekdes) Trusmi Wetan, Edi menjelaskan, arak-arakan biasanya dimulai dari Desa Trusmi Wetan lalu bergerak hingga lampu merah Plered lalu berputar ke arah timur menuju Panembahan.
Rute tersebut menjadi jalur tetap yang setiap tahun dipadati warga untuk mengikuti prosesi budaya yang telah turun-temurun dilaksanakan.
“Dulu, siapa saja bisa ikut tanpa batasan. Peserta biasanya membawa hasil bumi atau barang dagangan sebagai bentuk syukur dan harapan mendapat barokah,” ungkap Edi, Senin (25/8).
Namun, untuk tahun ini, pemerintah desa memberlakukan pembatasan jumlah peserta. Kebijakan tersebut diambil dengan pertimbangan perizinan serta keamanan.
“Kami membatasi agar arak-arakan tidak terlalu padat, apalagi setiap desa juga sudah melaksanakan kegiatan serupa di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.
Meski ada pembatasan, prosesi Memayu tetap diperkirakan akan diikuti masyarakat dari berbagai kecamatan sekitar, bahkan mencapai lima kecamatan.
Pemerintah desa berharap pelaksanaan tradisi ini tetap berlangsung khidmat sekaligus aman bagi seluruh warga yang hadir. (Mushab)










































































































Discussion about this post