KAB. CIREBON, (FC).- Meski bangunan fisiknya belum berdiri, namun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Bayalangu Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon sudah dinyatakan siap 100 persen, baik dari sisi regulasi maupun SDM.
Kuwu Desa Bayalangu Kidul, Sugiharto mengatakan, bahwa pihaknya telah menyatakan siap untuk beroperasi koperasi ini telah disiapkan secara matang sejak awal. Legalitas lengkap, struktur tim sudah terbentuk dan lahan pun telah disiapkan. Kini hanya tinggal menunggu instruksi pelaksanaan dari pemerintah pusat maupun daerah. Bahkan, lahan seluas 30.000 meter persegi sudah disediakan untuk mendukung berbagai kegiatan koperasi.
“Ya soal kesiapan Koperasi Desa Merah Putih, di Desa Bayalangu Kidul alhamdulillah sudah siap secara regulasi sudah bikin, PT sudah bikin dan secara legalitas juga sudah siap. Tinggal kita pelaksanaannya saja,” ujar Sugiharto saat ditemui di lokasi lahan, Senin (21/7/2025).
Menurutnya, lahan yang akan menjadi lokasi Kopdes Merah Putih Bayalangu Kidul terletak di sisi jalan Arjawinangun–Jagapura. Lahan itu masih berupa tanah kosong dengan rerumputan liar yang tumbuh di atasnya, tanpa bangunan maupun pondasi.
Namun Sugiharto yakin, potensi yang ada bisa dioptimalkan untuk kehidupan ekonomi masyarakat desa. “Kebetulan lahan yang saya pakai buat kantor koperasi nanti, berada di daerah yang sangat rendah dan setiap tahun terkena banjir saya berpikir bagaimana memanfaatkan lahan yang terbengkalai ini, supaya bisa jadi pusat kegiatan ekonomi,” ucapnya.
Untuk mengatasi potensi banjir, pemerintah desa akan melakukan urugan dengan tanah dari dataran tinggi di desa yang sama. Cara ini dinilai lebih murah dan efisien ketimbang mengambil dari luar.
“Makanya kita manfaatkan tanah dari daerah tinggi untuk diurug di lahan, ini jadi poin plus buat kami, dengan anggaran rendah bisa tetap bangun,” jelasnya.
Sugiharto juga mengungkapkan, bahwa Kopdes Merah Putih Bayalangu Kidul nantinya akan bergerak di sektor pertanian dan perdagangan.
Potensinya sangat besar, karena desa ini memiliki luas lahan pertanian mencapai 530 hektar dan panen bisa dilakukan dua hingga tiga kali setahun.
“Kalau 1 hektare bisa menghasilkan 6 ton, berarti totalnya bisa 30.000 ton itu cukup untuk menopang koperasi. Insyaallah, kalau koperasi ini mampu dan didukung dana dari pemerintah pusat, bisa mengkaver semua,” katanya.
Ia pun optimistis, keberadaan koperasi ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat. Apalagi, lanjut Sugiharto warga Desa Bayalangu Kidul dikenal antusias terhadap kegiatan sosial dan ekonomi, orang-orang di desa ini sangat antusias dengan kegiatan-kegiatan yang sifatnya masyarakat banyak.
Tak hanya itu, pemerintah desa juga tengah merancang pengembangan wisata air di Kali Sriganala yang melintasi desa, seperti membuat bendungan kecil dan perahu-perahuan untuk anak-anak.
“Kita ingin bikin tempat main anak-anak sore hari, sambil menghidupkan ekonomi desa lewat wisata air jadi koperasi ini bukan hanya soal simpan pinjam, tapi juga jadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial,” ucap Sugiarto.
Satu-satunya kendala saat ini, menurut Sugiharto, adalah belum adanya instruksi teknis dan pelatihan (Bimtek) dari pemerintah pusat atau daerah.
“Kita tinggal tunggu perintah. Untuk Bimteknya dan juknisnya belum sampai ke kita sudah coba koordinasi secara kedinasan ke kecamatan, tapi sampai saat ini belum ada jawaban,” jelasnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto hari ini meresmikan 80.000 Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia acara peluncuran dipusatkan di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. (Johan)














































































































Discussion about this post