Sebuah destinasi wisata bukan hanya dapat foto selfie saja, tetapi ada hal lain apa yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh setelah berkunjung ke Wisata Mangrove Caplok Barong ini, apakah seperti gantungan kunci atau hal lain seperti disini dikenal ikan bandengnya barangkali bisa dibuat kemasan sebagai oleh-oleh ketika pengunjung datang kesini.
“Itu yang perlu dipersiapkan oleh pengelola Wisata Caplok Barong ini,” tambah Regina.
Meski pengelola Wisata Mangrove Caplok Barong sudah memiliki blue screen, 1-5 tahun atau 1-10 tahun, lanjut Regina, ada tahapan jangka pendek jangka panjang dalam mempersiapkan pengembangan wisata mangrov ini.
Tetapi, ia menyarankan ada hal-hal penting untuk pembenahan, seperti ada kesulitan soal air bersih atau toilet karena hanya ada satu ditempatkan di pintu masuk. Kemudian menyediakan tempat selfi di pintu masuk, penataan tempat parkir. Juga perlunya dibuat papan petunjuk atau ruang informasi.
“Karena disini tidak ada guide, serta menyediakan sarana ibadah di dalam tempat wisata ini. Karena sekarang masa pandemi Covid-19, sebaiknya sediakan juga protokol kesehatan di pintu masuk dengan pengawasan yang ketat,” jelasnya.
Sementara, Kuwu Desa Ambulu, Sunaji mengungkapkan, kunjungan HPI ke Wisata Mangrove Caplok Barong Desa Ambulu ini sebenarnya sudah lama direncanakan, namun baru saat ini bisa dilakukan.
Menurutnya HPI adalah pemandu wisata sehingga mereka tahu apa yang menjadi pangsa pasar bagi para wisatawan.
“Apa yang menjadi saran dari HPI akan dijadikan masukan untuk pengelola Wisata Mangrove Caplok Barong ini, seperti salah satunya adalah penyediaan fasilitas sanitasi. HPI ini akan mendatangkan wisatawan ke lokasi yang akan dikunjungi ada fasilitas yang bisa memuaskan wisatawan yang dipandunya,”ungkap Sunaji. (Nawawi)















































































































Discussion about this post