“Untuk bisa selesai semuanya kami butuh sekitar sepuluh jutaan lagi. Kalau sepuluh juta insyaallah beres, termasuk pembuatan pembuangan air atau spiteng,” tuturnya.
Meskipun begitu, menurutnya, sebagian besar masyarakat akan menyelesaikan pembangunan semampunya saja sesuai gambar yang dibuat pada rencana awal.
Hal itu menjadi pilihan karena kemampuan masyarakat sangat terbatas, termasuk minimnya tenaga karena sudah banyak terkuras setelah kurang lebih tiga bulan ikut membantu pembangunan sejak dari awal.
“Mayoritas warga sepakat yang penting bisa dihuni dan aman. Insyaallah kalau aliran listrik sudah masuk, termasuk sarana air bersih tersedia, kami sudah siap pindah dan tinggal di sini, “terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cipakem, Uci Sanusi membenarkan finishing pembangunan hunian tetap dilakukan oleh masing-masing warga yang sudah dibagi rumah.
Pihaknya menerangkan kecil kemungkinan ada bantuan tambahan untuk penyelesaian pembangunan itu karena masih banyak pembangunan di relokasi tersebut yang harus dilanjutkan.













































































































Discussion about this post