Berdasarkan informasi awal, sambung dia, bahwa tabungan siswa akan dibagikan bertahap, untuk kelas 1 dan 2 pada Kamis (11/6) dan kelas 3,4,5 dan 6 akan dibagikan pada Sabtu (13/6), sehingga hari ini orang tua siswa mendatangi sekolah.
“Tanggal 11 Juni memang sudah ada yang dibagikan, tetapi berhubung Ustad Wandono nya (guru pemegang tabungan) sakit jadi otomatos tertunda, kalau Pak Ustad nya nggak sakit pasti dibagikan dan lancar,”terangnya.
Ditambahkannya, jumlah total seluruh tabungan siswa sekitar Rp1,1 miliar dan sudah diberikan sebesar Rp300 juta. “Masih ada sekitar Rp800 juta yang belum dibagikan. Tabungan tersebut merupakan tabungan siswa sejak Juli 2019 hingga Februari 2020,” tambahnya.
Dikatakannya, kejadian ini adalah ujian bagi sekolah dan dirinya yang baru menjabat Kepala Sekolah di SDN 1 Jatiseeng yang baru 5 bulan ini.
“Sejak bertahun-tahun berjalan, tabungan siswa seluruhnya dari wali kelas disetorkan kepada bendahara sekolah dan disetorkan ke Pa Wandono yang saat itu sebagai guru agama,” katanya.
Dari informasi sekolah, sambung dia, bahwa pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, sehingga antara sekolah dan komite sepakat dengan tegas bahwa mulai tahu ajaran mendatang, SDN 1 Jatiseeng tidak akan ada lagi tabungan siswa.
“Pihak sekolah akan berusaha mewujudkan apa yang sudah ditunggu-tunggu orang tua siswa untuk membagikan tabungan, yang Insya Allah akan dibagikan Jumat (19/6) mendatang, mudah-mudahan tidak ada halangan lagi,” harap Duana. (Nawawi)













































































































Discussion about this post