Wali murid lainnya, Nunung, mengaku sangat kecewa dengan pihak sekolah, kekecewaan tersebut karena pihak sekolah tidak tegas mempertanggungjawabkan persoalan tabungan siswa.
Padahal pihak sekolah awalnya menyampaikan jika tabungan siswa aman dan dipastikan tidak akan ada kejadian seperti saat ini, karena telah bekerjasama dengan bank. Pada kenyataannya uang tabungan sepenuhnya diserahkan kepada salah seorang guru dengan rekening nama pribadi.
“Padahal jumlah seluruh tabungan siswa lebih dari 1 miliar, ketika para wali murid mendatangi sekolah, pihak sekolah tidak secara tegas bertanggung jawab, tetapi pihak sekolah akan mendatangi guru pemegang tabungan siswa yang sekarang sudah pindah tugas di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon. Jumlah seluruhnya dari 12 kelas, baru kelas 1A, 1B, 2A dan 2B yang sudah dibagikan, masih 8 kelas lagi yang belum dibagikan,”paparnya.
Sementara Kepala SDN 1 Jatiseeng (SDN Center), Duana, menjelaskan melesetnya tanggal pembagian tabungan siswa dari tanggal yang sudah ditentukan disebabkan guru pemegang tabungan, Wandono, mengalami drop (sakit) mendadak dalam perjalanan menuju bank untuk mengambil uang tabungan siswa pada Jumat (12/6) kemarin.
“Yang bersangkutan (Wandono,-red) sampai sekarang masih di rawat di rumah sakit Putra Bahagia Cirebon,” jelasnya.













































































































Discussion about this post