KAB.CIREBON, (FC).- Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon sejak Senin (2/2) siang hingga malam menyebabkan Sungai Singaraja meluap dan merendam ratusan rumah warga di sejumlah desa di Kecamatan Pangenan, Selasa (3/2) pagi.
Luapan sungai tersebut menggenangi permukiman warga dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai 80 sentimeter.
Meski banjir cukup dalam, sebagian besar warga memilih bertahan di rumah untuk menjaga barang-barang mereka dari kerusakan maupun hanyut terbawa arus.
Salah satu wilayah terdampak cukup parah adalah Desa Astanamukti. Selain merendam rumah warga, banjir juga menggenangi jalan penghubung antar desa sehingga melumpuhkan aktivitas harian masyarakat.
Salah seorang warga Desa Astanamukti, Rastini, mengatakan air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 22.00 WIB. Hingga Selasa pagi, genangan air belum menunjukkan tanda-tanda surut.
“Air mulai masuk ke rumah sekitar pukul sepuluh malam. Sampai pagi ini belum surut. Kami hanya bisa menaikkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi dan menjaga rumah agar tidak rusak,” ujarnya.
Banjir juga melanda Desa Pangarengan, yang berada di wilayah hilir Sungai Singaraja. Ratusan rumah warga terendam, sementara akses jalan terputus sehingga membuat warga terisolasi dan kesulitan menjalankan aktivitas.
Salah seorang warga Desa Pangarengan, Durahman, menyebut kondisi di wilayahnya lebih parah karena aliran air tertahan di daerah hilir, membuat genangan lebih dalam dan lama surut.
“Kami di bagian hilir, jadi airnya lebih dalam dan lama surut. Jalan tidak bisa dilewati, warga kesulitan membeli kebutuhan pokok dan mengakses fasilitas umum. Bahkan ada yang kehilangan perabot rumah tangga karena hanyut,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, banjir di sepanjang aliran Sungai Singaraja bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir.
“Harus ada penanganan yang serius dan solusi nyata. Jangan sampai banjir ini terus menjadi rutinitas tahunan. Kami berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret, seperti normalisasi sungai atau pembangunan sistem drainase yang memadai,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut, sembari berharap adanya penanganan cepat dari pemerintah dan pihak terkait. (Nawawi)











































































































Discussion about this post