Dengan adanyanya cerita seperti itu, memanfaatkan jaringan yang dimiliki oleh Siwindu, dilakukan pengajuan bantuan sosial (Bansos) ke Kementrian sosial. Dalam proses pengajuan yang melampirkan kronologis serta data masyarakat terdampak, akhirnya Kemensos mempercayakan 2 ribu paket sembako untuk disebar oleh Siwindu Maju Kabeh.
“Bisa dibayangkan cerita miris dari satu paguyuban, terdapat 83 anggotanya di perantauaan serba kekurangan, akibat usaha yang tutup. Mengharap bantuan dari wilayah tidak datang. Namun, alhamdulillah dari Kemensos, mempercayakan ribuan paket sembako untuk perantau Kuningan di Wilayah Jabodetabek – Banten,” sebutnya.
Untuk diketahui, dari data yang diperoleh Siwindu, tercatat ada 38 paguyuban atau organisasi perantau Kuningan yang aktif. Banyak dari organsiasi tersebut beranggotan ratusan hingga ribuan orang.
Dengan adanya temuan warga perantau yang terdampak di salah satu paguyuban, dapat diasumsikan bahwa pasti di organisasi lainnya pun mengalami hal yang sama.
Diberikannya Bansos dari Kemensos kepada Siwindu, dikatakan juga oleh Ketua Siwindu Maju Kabeh, Dr Tohana, secara bertahap ribuan paket sembako disalurkan kepada yang membutuhkan melalui organsiasi perantau yang ada.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah RI, Khususnya Pak menteri sosial Julian P Batubara, yang sudah membantu warga perantau Kuningan di wilayah Jabodetabek-Banten. Dengan adanya bantuan tersebut, warga perantau Kuningan sangat terbantukan,” tutup pria yang memiliki usaha kapal tanker itu.
Diinfokan juga, meski sebagian bantuan sudah tersalurkan, direncanakan Menteri Sosial, Julian P Batubara, akan hadir secara simbolis memberikan paket bantuan tersebut kepada warga perantau Kuningan. (Ali)















































































































Discussion about this post