Disamping itu pula untuk mengindari hal hal yang tidak diinginkan pada MT II, diharapkan kepada petani yang saat ini menerima bantuan benih bibit agar ikut Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP).
Keuntungan dari AUTP, kata Sudarto, bisa meringankan kerugian bagi para petani di MT II ketika ada hal hal yang tidak diinginkan seperti gagal panen akibat kekeringan.
“Preminya sangat murah dan terjangkau bagi para petani. Untuk 1 hektar lahan padi premi AUTP nya hanya Rp36 ribu, dan manakala terjadi gagal panen akibat kekeringan, atau sebab lain maka petani mendapatkan klaim asuransi sebesar Rp6 juta untuk perhektarnya,” ujar Sudarto kepada FC, Jumat (20/3).
Terpisah Ketua Poktan Cimuncang Jaya Desa Sukawera, Amir menyambut baik niat baik pemerintah dengan memberikan bantuan benih kepada para petani, namun yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan tarap hidup dan kesejateraan para petani.
Bantuan bibit ini adalah sebagian kecil kebutuhan petani, tapi lebih dari itu bagaimana terkait harga jual padi manakala musim panen tiba.
“Kami harap pemerintah harus lebih pro lagi kepada para petani, dengan cara mematok harga jual gabah kering disaat musim panen tiba. Petani selalu dirugikan dengan harga yang selalu anjlok disaat musim panen. Sementara biaya garap dan pemeliharaan padi sampai panen sangatlah mahal, dari itu kami memohon pemerintah memperhatikan keluhan para petani,” pinta Amir seraya diamini petani yang lainnya. (Munadi)















































































































Discussion about this post