KOTA CIREBON, (FC).- Belakangan ini, Kota Cirebon dilanda hujan deras disertai angin kencang, walaupun dalam kurun waktu singkat namun dampaknya berpotensi menimbulkan kerugian materil dan bisa mengancam jiwa.
Seperti pada Minggu sore (23/1), di Jalan Cipto Mangunkusumo, depan Disnaker Kota Cirebon, pohon tumbang menimpa seorang pengendara motor yang tengah melintas. Akibatnya pengendara motor tersebut mengalami cidera dibagian tangan.
Tak jauh dari lokasi pohon tumbang, sebuah pusat perbelanjaan di jalan yang sama, bagian atap bangunannya runtuh menerpa kanopi dan jatuh didepan pintu masuk utama. Akibatnya, satu sepeda motor dan mobil mengalmi kerusakan.
Selain itu material atap juga menimpa seorang pengunjung pusat perbelanjaan tersebut. Veni (27) warga Desa Panguragan Kec Suranenggala Kab Cirebon mengalami luka robek di bagian kepala sepanjang 13 cm.
Mengantisipasi kejadian tidak terulang kembali, Pemkot Cirebon terus berupaya agar resiko kebencanaan saat musim hujan bisa dikurangi. Wakil Wali Kota Cirebon Eti Herawati mengatakan, pihaknya melalui dinas teknis terkait rutin melakukan pengecekan terhadap pohon yang rawan tumbang.
“Saya minta dinas terkait harus intens mengecek pohon rawan tumbang. Kemudian memiliki pertimbangan terhadap pohon yang patut dipangkas atau tidak,” kata Eti kepada FC, Senin (24/1).
Eti menjelaskan, setiap pohon yang ada di sisi ruas jalan menjadi kewenangan instansi yang berbeda. Ada kewenangan Pemda Kota Cirebon, Pemda Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.
“Kalau pohon tersebut berada di jalan yang kewenangannya pemprov dan pusat, maka dinas terkait di kita perlu koordinasi,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat curah hujan tinggi disertai angin. “Saya juga minta masyarakat agar tetap waspada, terutama saat hujan turun disertai angin,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPT Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Cirebon, Tommy Fahlevianto mengakui, hampir seluruh pohon di Kota Cirebon rawan tumbang.
“Rawan tumbang ini, lebih kepada karena cuaca ekstrem. Kalau tidak, maka baik-baik saja. Sehingga ketika bilang potensi rawan tumbang, maka seluruhnya berpotensi,” terangnya.
Dikatakan Tommy, sejak DPRKP memiliki crane pada awal 2021, petugas sudah rutin setiap hari melakukan pemangkasan ranting pohon yang rapuh dan rindang.
“Tujuannya untuk mengurangi potensi pohon tumbang. Hanya saja, karena crane cuma satu unit dan personel terbatas, maka belum tersentuh semuanya. Meski setiap hari melakukan pemangkasan,” jelas Tommy.
Mengenai pohon di sisi jalan milik Pemprov Jabar dan pusat, Tommy mengaku rutin berkoordinasi, bahkan kerap bertemu di lapangan. “Kita selalu berkoordinasi, malah sering ketemu di lapangan dan melakukan tugas bersama,” ujarnya.
Pihaknya juga sudah merencanakan untuk penambahan crane, mengingat beban tugas yang diemban. “Kita sudah bicarakan ini dengan Komisi I DPRD, mereka juga mendukung penambahan alat,” tandasnya. (Agus)

















































































































Discussion about this post