KOTA CIREBON, (FC).- Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat Kota Cirebon dipusatkan di Alun-alun Kejaksan.
Pada kesempatan itu, Walikota Cirebon Nashrudin Azis menyampaikan, Pemkot Cirebon berkomitmen turut serta dalam pemulihan bumi.
Masyarakat juga diajak untuk ikut serta berperan karena sesungguhnya aksi kecil sangat bermanfaat untuk memperbaiki bumi.
“Hari ini merupakan momen bagi kita untuk senantiasa berperilaku ramah pada lingkungan. Dengan perilaku yang ramah terhadap lingkungan, maka mereka juga akan memberikan dampak positif kepada manusia,” jelasnya, Minggu (6/6).
Pemanasan global saat ini menjadi isu internasional. Bagaimana mengatasi pemanasan global yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara ekstrim.
Sejumlah aksi kecil dilakukan. Dimulai dari menanam pohon, minimal satu orang satu pohon, mengelola sampah sejak dari rumah, menghemat air dan energi, serta gerakan peduli dan berbudaya lingkungan yang dimulai dari rumah.
“Aksi kecil yang dilakukan dari rumah justru bisa menyelamatkan lingkungan dan bumi. Semuanya merupakan solusi dari restorasi ekosistem, sesuai dengan tema hari lingkungan hidup sedunia tahun ini,” ucapnya.
Diungkapkannya, kondisi TPA Kopiluhur saat ini sudah mendekati penuh. Makanya perlu strategi dan kolaborasi dengan semua pihak dalam penanganan sampah. Pihaknya terus berupaya untuk mengurangi sampah yang masuk ke TPA.
Salah satunya adalah dengan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga dan lingkungan sekitarnya. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dibagikan sejumlah keranjang sampah.
“Kami mengajak kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program Sedekah Sampah untuk sampah jenis botol dan gelas plastik. Mudah-mudahan setelah dipilah, bisa diolah. Sehingga mengurangi jumlah sampah yang masuk ke TPA Kopiluhur dan kebersihan di lingkungan kita tetap terjaga,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Kadini menambahkan, pihaknya launching dan pemilihan duta kebersihan, penyerahan keranjang sampah dalam program sedekah sampah, serta penanaman pohon di TPA Kopiluhur dan Surapandan, Kelurahan Argasunya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun Kota Cirebon Agustus mendatang.
Dalam rangkaian peringatan ulang tahun Kota Cirebon, sejumlah lomba juga digelar, yaitu lomba kebersihan tingkat RW, lomba karya tulis ilmiah tingkat mahasiswa secara nasional bekerja sama dengan Unpad, lomba karya tulis ilmiah SMA tingkat Kota Cirebon, dan lomba desain poster untuk SMP tingkat Kota Cirebon.
Termasuk melakukan aksi pungut sampah di Alun-alun Kejaksan, Stadion Bima, kawasan Citraland, dan Alun-alun Kasepuhan setiap akhir pekan selama Juni ini.
Kadini juga menambahkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopiluhur dengan luas 14 hektar yang dimiliki Kota Cirebon umurnya semakin pendek. Untuk itu, mereka mendorong pemilahan dan pembentukan bank sampah di tingkat RW.
“Saat ini memang baru ada di 70 RW. Namun tahun ini ditargetkan bisa dilakukan pemilahan dan pembentukan bank sampah di 100 RW dan sisanya pada 2022. Dengan pemilahan dan pembentukan bank sampah di tingkat RW, maka sampah tidak akan sampai ke TPA Kopiluhur dan bisa memperpanjang usia pembuangan sampah akhir di Kota Cirebon,” tandasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post