MAJALENGKA, (FC).- Wakil Gubernur Jawa Barat sekaligus Panglima Santri, Uu Ruzhanul Ulum menegaskan, santri harus menjadi pelopor dalam pencegahan Covid 19. Hal tersebut seperti yang dilakukan santri di masa lalu yang berjuang melawan penjajahan.
Uu menegaskan, santri harus siap di segala sendi. Dengan demikian, mereka bisa menjadi pelopor di segala hal, termasuk pencegahan Covid-19.
“Saya berharap para santri yang multifungsi, sesuai dengan sejarah. Tidak ada spesifikasi kemanfaatan seorang santri, tetapi di berbagai tempat, di berbagai kesempatan, di berbagai program santri itu harus menjadi pelopor,” ujar Uu saat berkunjung ke Pondok Pesantren As Sakinah, Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (19/10).
Kesiapan santri untuk jadi pelopor dalam program vaksinasi, jelas dia, sebagai salah satu bekal mereka di kemudian hari. Uu menegaskan, jiwa pelopor mutlak dibutuhkan bagi seorang pemimpin.
“Dalam suasana Covid seperti ini santri harus menjadi pelopor dalam vaksinasi, khususnya di Jawa barat. Karena santri ini adalah sebagai calon pemimpin. Kalau calon pemimpin itu harus sejak kecil memiliki tanggungjawab, kebersamaan, dan harus sejak kecil memiliki wawasan yang hebat. Maka salah satu bentuk tanggung jawab kebersamaan dan memiliki wawasan yang hebat hari ini, harus menjadi pelopor dalam vaksinasi,” ucapnya.
Status santri yang jadi pelopor vaksinasi pada masa pandemi Covid ini, lanjut dia, hampir sama dengan perjuangan para santri dulu saat menghadapi penjajahan.
“Dalam sejarah santri pelopor dalam memperjuangkan kemerdekaan maka sekarang dalam mengisi kemerdekaan harus menjadi pelopor dalam memutus mata rantai penyebaran Corona di Jawa Barat. Sehingga santri dijadikan suri tauladan bukan hanya dalam bidang ubudiyah tapi dalam bidang kemasyarakatan pun harus menjadi pelopor. Apalagi kalau santri jelas memahami ibadah, bukan hanya ibadah mahdoh saja, tapi ibadah ghoiru mahdoh pun,” jelas dia.
Sementara, di Jawa Barat terdapat 15 ribu pesantren dengan jumlah santri sekitar 4,8 juta orang. Hingga saat ini, jumlah santri yang sudah divaksin terbilang cukup tinggi.
“Pesantren di Jabar ada 15 ribu, santri di perkirakan sekitar 4,8 juta dan sudah tervaksin 63 Persen. Kalau siswa SMA, sudah 85 persen,” katanya. (Munadi)














































































































Discussion about this post