KAB.CIREBON, (FC).- Ratusan warga memadati Kompleks Pemakaman Keramat Ki Gede Kilobama, Desa Mundupesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, untuk mengikuti tahlil massal dalam rangka Haul Ki Gede Mundu, Senin (30/3).
Kegiatan tersebut digelar untuk mengenang Ki Gede Mundu, Syech Kilobama, dan Pangeran Bratakelana Sedalautan. Suasana khidmat terlihat sepanjang prosesi yang diisi dengan pembacaan tahlil dan doa bersama.
Pelaksanaan tahlil dipusatkan di sejumlah titik makam keramat, di antaranya Makam Ki Gede Mundu (Syekh Mudarim), Syekh Brata Kelana (Pangeran ing Desa Lautan), serta makam utama Syekh Kilobama (Syekh Abdurrohman Al Baghdadi).
Selain ziarah dan doa, kegiatan juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial masyarakat.
Kuwu Desa Mundupesisir, H. Khaerun, mengatakan peringatan haul tersebut merupakan tradisi turun-temurun yang rutin dilaksanakan setiap 10 Syawal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan sejarah dan jasa para leluhur,” ujarnya.
Menurutnya, haul juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir dan berbaur dalam suasana kebersamaan.
“Momentum Syawal ini kami manfaatkan untuk memperkuat ukhuwah serta mendoakan para leluhur agar amal ibadahnya diterima Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Cirebon, R. Moh. Al Bana, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai haul menjadi bagian penting dalam pelestarian sejarah dan budaya lokal.
“Kegiatan ini merupakan upaya mengenang jasa para tokoh penyebar agama Islam di wilayah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cirebon mendukung pelestarian tradisi tersebut, terlebih kompleks makam Syekh Kilobama dan Pangeran Brata Kelana telah ditetapkan sebagai cagar budaya. (Nawawi)

















































































































Discussion about this post