KOTA CIREBON, (FC).- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Cirebon, diterpakan penyekatan di sejumlah jalan masuk perbatasan.
Salah satunya di pintu masuk Kota Cirebon di Krucuk, tepatnya depan Gedung Bakorwil. Pengendara motor maupun mobil dari arah Gunung Jati diputar balik kembali.
Untuk menghindari penyekatan dan pemeriksaan petugas PPKM, sejumlah pengendara motor nekat melewati jalan pintas, yakni menyebrangi rel kereta api (KA) di Desa Adidarma, Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, untuk sampai ke Pilang Perdana.
Gofar, warga setempat menuturkan, ratusan motor setiap harinya menyeberang rel KA.
Baca Juga: Ratusan Personil Gabungan Amankan 3 Titik Penyekatan
Dikatakannya, hal demikian memang berbahaya, karena bisa saja ada kereta yang lewat. Pasalnya, tak jauh ada Stasiun Kejaksan yang banyak kereta tujuan kesana.
“Pengendara yang ingin melintas rel KA dibantu oleh warga setempat dengan menggotong motornya hingga keseberang kemudian lanjut ke Pilang Perdana,” jelasnya kepada FC, Rabu (14/7).
Setiap motor yang diangkat dan diseberangkan, tidak ada tarif resminya. Tapi biasanya, lanjut Gofar, pengendara memberi tips senilai Rp10 ribu.
Ada juga yang hanya memberi Rp5 ribu, itupun diterima karena prinsipnya membantu.
Diungkapkannya, penyeberangan motor ini sebenarnya juga diprotes oleh warga Pilang Perdana, karena banyak motor yang masuk ke perumahan tersebut.
Namun, beberapa warga setempat melakukan koordinasi dan memberikan pengertian kepada warga Pilang Perdana, intinya membantu sesama.
“Iya membantu, karena mereka yang melewati rel KA ini juga bekerja di Kota Ciebon untuk mencari nafkah keluarganya,” tandasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post