MAJALENGKA, (FC).- Sekelompok pemuda peduli lingkungan dari Kecamatan Cikijing yang terdiri dari Nana, Firman dan Yanto Betok berhasil membuat tungku sampah penghasil pupuk pestisida.
Dari hasil kreatifitasnya tersebut mereka sudah bisa bekerja sama dengan perusahaan obat-obatan pertanian untuk nantinya diproduksi massal.
“Bahan tungku sampah dari besi plat dan tabung pembakaran dari drum. Memanfaatkan limbah atau sampah yang diformulasi lalu hasil sulingnya menghasilkan pestisida cair,” ungkap Yanto, Selasa (7/7).
Yanto mengatakan, pupuk cair hasil pengolahan sampahnya berguna untuk pembasmi hama pertanian. Dijual Rp25 ribu per botol.
“Abunya bisa jadi briket dan batako. Tungku berkapasitas 1,5 kubik dengan lama pembakaran 35 menit,” ungkapnya.
Tungku buatan Yanto sempat mengikuti lomba inovasi tingkat Kabupaten Majalengka dengan nama Sistem Pengolahan Terpadu (Si Pesat).
Namun, karena tidak ada perhatian pemerintah, walaupun sudah memberikan proposal, akhirnya ia inisiatif sendiri. Tanpa bantuan pemerintah namanya diubah jadi Predator
“Sudah diuji coba, pilot projectnya di Desa Banjaransari, Kecamatan Cikijing. Nanti dipasarkan di agrowisata organik dengan petani, khususnya di Kecamatan Cikijing hingga ke luar Majalengka,” ungkapnya.
Yanto mengungkapkan, sudah ada yang mengajak kerjasama dari perusahaan obat-obatan pertanian dengan kemasan lebih baik. Sekarang hanya dikemas dengan botol sederhana.
“Kedepan, mudah-mudahan bisa dipakai di semua desa untuk pengolahan sampah yang efektif. Hasilnya pun bisa jadi pupuk yang bermanfaat untuk petani di desa setempat,” ungkapnya. (Munadi).

















































































































Discussion about this post