Saat disinggung apakah Kabupaten Cirebon akan menerapkan lockdown, Imron mengaku memang perkembangan meningkat baik secara nasional maupun regional, tapi di Kabupaten Cirebon belum mengadakan lockdown.
“Kita nanti nunggu perintah dari pusat, juga karena kalau lockdown itung-itungannya madorotnya lebih besar. Mudah-mudahan di Kabupaten Cirebon tidak sampai terjadi lockdown,” ucapnya.
Selain itu juga, Imron menambahkan, untuk anak sekolah pihaknya menginstruksikan untuk tetap belajar dirumah.
“Kita perpanjang sampai dua minggu kedepan atau tepatnya sampai tanggal 12 April,” tandasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni menambahkan untuk pelaksanaan rapid test pihaknya masih menunggu alatnya. Dalam waktu dekat ini yang akan diambil sample darahnya ialah mulai dari petugas medis, pasien dalam pengawasan (PDP), orang dalam pantauan (ODP).
“Kita prioritaskan itu dulu. Karena alat rapid test dikasih hanya 238 buah. Saya berharap setiap warga yang datang lapor ke Camat atau Kuwu sehingga akan mendata bahwa akan di screening awal disini. Kalau yang ODP akan menjalani isolasi di rumah dan yang PDP dikrim ke RS tapi kalau semua RS penuh bisa disini,” katanya. (Gofar)
















































































































Discussion about this post