Ditambahkannya, dengan adanya peraturan yang baru , dimana BLT DD akan disalurkan selama 6 bulan, merubah perencanaan pembangunan infrastruktur desa di tahun 2020 ini, terutama yang bersumber dari Dana Desa.
“Ada beberapa kegiatan pembangunan infrastruktur, namun masih ada anggaran untuk pembangunan sand sheet, gorong-gorong, dan renovasi masjid,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur desa yang bersumber dari DD, di tahun 2020 ini bersumber dari bantuan keuangan provinsi, diprioritaskan untuk peningkatan infrastrukur balai desa dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah sebanyak 50 unit.
“Rencananya dari bantuan provinsi akan kita tinggikan untuk lantai balai desa, karena sering kebanjiran kalau sudah masuk musim penghujan,” tegas Uman.
Dengan berkurangnya pembangunan infrastruktur desa di tahun ini, Uman berharap dapat dilaksanakan dengan maksimal dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia berharap pandemi Covid 19 ini bisa berakhir secepatnya, sehingga di tahun 2021 bisa lebih maksimal memanfaatkan DD untuk pembangunan infrastruktur desa lainnya.
“Walau sekarang sudah memasuki fase new normal (normal baru), pandemi ini semoga bisa secepatnya berakhir, masyarakat bisa kembali normal, baik dari segi aktifitas maupun dari perekonomian,” pungkasnya. (Harun)















































































































Discussion about this post