KUNINGAN, (FC).- Camat Pasawahan, Asikin, menegaskan bahwa insiden yang terjadi di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Paniis, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada Jumat (10/10), bukanlah kebakaran besar seperti yang ramai diberitakan, melainkan semburan api dari oven pemanas yang menyebabkan dua pegawai mengalami luka bakar.
Menurut Asikin, peristiwa itu terjadi usai pembagian MBG kepada penerima manfaat.
Saat itu, kedua pegawai tengah membersihkan ompreng (kotak makanan MBG) dan hendak memasukkannya ke dalam oven pemanas.
“Ketika menyalakan oven, ada kemungkinan besar di situ masih ada gas. Soalnya ada semburan api mengenai dua pegawai yang keduanya kalau tidak salah perempuan,” ujar Asikin saat dikonfirmasi, Selasa (14/10).
Akibat kejadian itu, kedua pegawai mengalami luka bakar di bagian tangan, bahu, dan wajah.
Mereka langsung mendapat pertolongan medis dan dilarikan ke RS Sidawangi.
Satu orang hanya menjalani perawatan ringan dan diperbolehkan pulang, sedangkan satu lainnya dirawat selama dua hari satu malam karena luka cukup parah.
“Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Kepala SPPG, kondisi keduanya sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.
Asikin menegaskan, insiden tersebut bukan kebakaran yang merembet atau menghanguskan fasilitas dapur.
“Sebetulnya itu bukan kebakaran. Hanya semburan api yang tidak merembet kemana-mana. Isu yang beredar kan lagi masak, padahal itu bukan saat masak,” tegasnya.
Terkait tanggung jawab atas peristiwa tersebut, Camat Asikin menyebut hal itu menjadi ranah penyelenggara program.
“Kemungkinan tanggung jawab ada di penyelenggara program, karena sudah ada SOP yang mengatur. Setahu saya, pegawai dapur itu juga memiliki jaminan kesehatan,” pungkasnya. (Angga/Job/FC)















































































































Discussion about this post