Syahrul menerangkan, dalam tiga bulan terakhir, dirinya terus mengamati seperti apa kesiapan distribusi pupuk agar bisa mengangkat produktifitas pertanian.

Menurutnya, sepanjang musim tanam I, penyaluran pupuk bersubsidi terbukti telah meningkatkan produktifitas pertanian.
“Dengan luas lahan 7,4 juta hektar, pupuknya sudah aman. Selesai. Hasilnya, produktifitasnya naik. Kita berharap musim tanam II ini kurang lebih 5,8 juta hektar kalau pemupukannya baik produktifitasnya juga meningkat. Nah itu yang terus kami cek,” ungkapnya.
Sejalan dengan komitmen Kementerian Pertanian, PT Pupuk Kujang senantiasa berkomitmen menjamin ketersediaan stok pupuk dan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan oleh pemerintah, guna mensukseskan upaya peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan stok pupuk dalam jumlah yang aman.
Ia menjelaskan, untuk stok pupuk urea bersubsidi yang tersedia di gudang Kabupaten Indramayu sampai dengan 31 Agustus 2020 mencapai 7.340 ton.
Sedangkan realisasi penyaluran wilayah Indramayu untuk Urea mencapai 48.950 ton atau 101% dari ketentuan Distan sebesar 48.036 ton. Selain pupuk urea, kesiapan stok Petroganik sebanyak 714 ton atau 1758 % dari ketentuan stok sebesar 40 ton.














































































































Discussion about this post