“Kenapa saya katakan begitu, jika seharusnya dalam kegiatan besar partai, seperti Pilkada dan Pileg itu kader partai harus dilibatkan. Ini mah yang dilibatkan malah LSM, justru kader partai sendiri yang dikebirikan. Itu sudah jelas pembunuhan karakter para kader PKB,” cetus Mamat.
Masih dikatakan Mamat, perolehan Kursi PKB di DPRD Kabupaten Cirebon dalam Pileg 2019 yang lalu seharusnya bisa memperoleh 15 Kursi. Hal itu dikarenakan tidak berjalannya mesin partai dalam helatan Pemilu tersebut.
Pasalnya, banyak calon legislatif saat itu, merupakan calon yang potensial. “Baru dapat 10 kursi saja sudah bangga dan dikatakan berhasil, dulu tahun 1999 yang calonnya tanpa keluar uang, bisa dapat 12 kursi kok,” ujar Mamat.
Dirinya juga mempersilahkan kepada M. Lutfi bilamana akan mencalonkan kembali menjadi Ketua DPC pada Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Cirebon mendatang.
Akan tetapi, dirinya memastikan, bahwa M. Lutfi tidak akan mendapatkan dukungan dari PAC se-Kabupaten Cirebon.
Hal tersebut dikarenakan, kader PKB ditingkat PAC sudah merasa sangat sakit hati. “PAC sudah sakit Hati, karena Lutfi telah membunuh karakter para kader ditingkat PAC. Kalau mau nyalon (Ketua,-red) lagi ya silahkan,” tandas Mamat.













































































































Discussion about this post