KAB. CIREBON, (FC).- Hari raya Iduladha tahun ini mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pasalnya, saat ini penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah mewabah, bahkan di Kabupaten Cirebon tren kasusnya mengalami peningkatan.
Oleh karena itu, dibutuhkan penanganan ekstra dalam proses pengolahan hewan kurban nanti. Pemerintahan Kabupaten Cirebon melalui Dinas Pertanian pun terus berupaya meminimalisir wabah PMK agar tidak terus meluas.
Salah satunya adalah menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan kurban di tengah situasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kabupaten Cirebon di salah satu hotel kawasan Kecamatan Kedawung, Kamis (7/7). Hal tersebut bertujuan sosialisasi ini agar sejalan dan sampai ke masyarakat.
“Ini bentuk ikhtiar pemerintah dalam memberikan rasa nyaman dalam perayaan iduladha tahun ini. Khusus potongan hewan kurban taun ini tentunya berbeda dari sebelumnya. Karena dibutuhkan penanganan ekstra dalam prosesnya,” kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, usai kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya menggandeng puluhan peserta perwakilan dari para pengurus DKM se-Kabupaten Cirebon dan para penyuluh dari Kemenag setempat. Termasuk menghadirkan narasumber baik di level provinsi Jawa Barat dan tokoh agama yakni Ketua MUI Kabupaten Cirebon.
Encus menyebut, tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk memberikan bekal terkait tata cara dan proses pemotongan hewan kurban sesuai standar pencegahan wabah PMK. “Penekanannya lebih kepada memperhatikan kesehatan dan syarat sah secara agama tentang hewan kurban yang akan dipotong,” jelasnya.
Encus bergarap agar masyarakat tidak khawatir secara berlebihan dalam menghadapi wabah PMK saat ini. Karena saat ini pemerintah dan elemen terkait lainnya sudah membentuk tim kesehatan hewan untuk mengantisipasi penyebaran PMK.
“Monitoring dan pemeriksaan kesehatan hewan terus dilakukan di berbagai lokasi. Terutama di wilayah yang sejauh ini sudah ada pada 23 Kecamatan di 52 Desa se-Kabupaten Cirebon,” pungkasnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post