KOTA CIREBON, (FC).- Dalam beberapa tahun ini, bersepeda tengah digandrungi hampir semua warga.
Salah satunya komunitas sepeda di Kota Cirebon yang satu ini.
Sambil bersepeda menghirup segarnya udara pagi, mereka bersedekah dengan membagi nasi bungkus untuk kaum dhuafa.
Rute yang ditempuh para pesepeda ini hanya seputaran Kota Cirebon dan sekitarnya.
Bungkus demi bungkus nasi yang merupakan hasil patungan anggota dan sumbangan dari dermawan itu dibagikan kepada mereka yang dianggap membutuhkan.
Dari kegiatan ini memberikan manfaat ganda. Selain bisa ikutan bersepeda yang lagi ngetren sambil bersedekah, badan juga menjadi bugar dan sehat..
Aksi bagi-bagi nasi bungkus ini mereka namakan Gowes Jumat Barokah (Gojubar) Donasi Lengko.
Heru, salah satu anggota Gojubar mengaku sudah bergabung di komunitas gowes ini sudah hampir tiga tahun.
“Alhamdulillah saya beruntung bisa ketemu dengan komunitas Gojubar ini karena ternyata kegiatannya semuanya positif. Misi utama kita adalah tidak hanya bersepeda sehat, tapi juga kita bersedekah,” ujarnya kepada FC disela melakukan kegiatan bersih-bersih di Alun-alun Kejaksan, Rabu (19/5).
Dan yang sangat luar biasa, kata Heru, di komunitas Gojubar ini para anggotanya dari berbagai kalangan bergabung menjadi satu.
“Dari pejabat, dari aparatur negara, siapapun itu semua disini bergabung menjadi satu. Ada pedagang pasar, ada PNS, ada tentara, polisi, semuanya. Ini yang saya suka. Semuanya berbaur menjadi satu. Dan kita disini kumpul untuk kebaikan,” tandasnya
Ketua komunitas Gojubar, Taufik Riyadi mengatakan, aksi berbagi nasi bungkus sudah dilakukan sejak awal terbentuknya komunitas Gojubar pada 12 Oktober 2018 lalu.
Seiring berjalannya waktu, jumlah anggota semakin banyak. Sampai saat ini Gojubar memiliki anggota 225 orang. Begitu pula dengan para, terus bertambah.
Disebutkan Taufik, dari yang awalnya tahun 2018 hanya 8 bungkus, kini mencapai 400 bungkus nasi lengko dibagikan rutin setiap hari Jumat.
“Gojubar Donasi Lengko adalah Gowes Jumat Barokah yang mana setiap hari Jumat kami itu berbagi nasi bungkus untuk kaum dhuafa dan juga siapapun yang membutuhkan nasi tersebut,” jelasnya kepada FC.
Awal mula terbentuknya komunitas ini, diceritakan Taufik adalah keika dia pensiun dari ASN. Sejak masih dinas, bagi-bagi nasi bungkus sudah dijalankan oleh Taufik.
Hingga memasuki pensiun, kegiatan ini masih ia jalankan dengan mengajak teman sesama pensiunan ASN membentuk komunitas Gojubar ini.
“Hingga sampai saat ini bukan saja Gojubar itu isinya para pensiun, tapi juga yang masih aktif pun banyak. Dan Alhamdulillah sampai saat ini Gojubar memiliki anggota 225 orang,” ujar Taufik. (Andriyana)










































































































Discussion about this post