KESAMBI, (FC). – Komunitas Gelem Maca (mau membaca) terus menggelorakan semangat untuk terus membaca lewat gerakan literasinya. Untuk keempat kalinya, Komunitas Gelem Maca menggelar Lokakarya Literasi Guru disalah satu hotel di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, Selasa (22/1).
Kegiatan ini merupakan salah satu dari 4 agenda gerakan literasi dari Komunitas Gelem Maca, dimana selain mengajak anak-anak untuk gemar membaca, komunitas gelem maca ini juga terhadap guru pendamping.
Empat agenda Komunitas Gelem maca pada Tahun 2020 ini diantaranya, tantangan membaca, Festival Literasi, Jelajah Literasi, dan juga Jambore Literasi. Sementara untuk guru itu sendiri ada kegiatan loka karya yang sedang dilaksanakan saat ini.
“Ini Tahun Keempat loka karya ini dilaksanakan, karena loka karya ini merupakan salah satu agenda dari komunitas gelem maca. Loka karya ini dikhususkan untuk guru pendamping,” ungkap Lilik Agus Dermawan, Ketua Komunitas Gelem Maca Kota Cirebon disela-sela kegiatan loka karya.
Lilik yang juga selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Cirebon juga mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Dua hari ini menghadirkan narasumber ternama yang kompeten dibidang literasi. Dua narasumber tersebut ialah Wien Moeldian menjabat sebagai Satgas Gerakan Literasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan juga Maman Suherman atau yang lebih akrab dipanggil kang Maman, yang merupakan seorang penulis buku ternama di Indonesia.
Usai kegiatan Loka karya ini, Komunitas Gelem Maca akan menggelar Wisuda Literasi yang akan dilaksanakan saat peringatan Hari Pendidikan Nasional Mei mendatang. Selain itu masih ada juga Jelajah Literasi dan juga Jambore Literasi yang biasa digelar pada setiap akhir tahun.
“Ada Tiga kegiatan lagi usai loka karya ini, nanti saat peringatan Hardiknas kita akan gelar wisuda Literasi dan selanjutnya Jelajah Literasi,” sebut Lilik.
Komunitas Gelem Maca dalam memberikan pembinaan terhadap siswa-siswi dan juga guru pendamping bukan tanpa kendala. Komunitas gelem maca terkendala oleh pembiayaan, dimana untuk pembiayaan saat ini masih berasal dari swadana dan juga mengandalkan sponsorship. (Muslimin)






































































































Discussion about this post