Kewaspadaan akan Covid-19 ini tetap harus diperhatikan bahkan ditingkatkan. Pasalnya angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cirebon fluktuatif cenderung meningkat. Meski begitu, Eti menegaskan, perekonomian tetap mendapat perhatian pemerintah.
Perekonomi harus tetap berjalan, sementara pandemi ini juga belum berakhir. Jalan tengahnya adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan. Minimal menerapkan 3M yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker dan menjaga jarak.
Sementara pelaksana harian satgas penanggulangan Covid-19 Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengingatkan, siapapun bisa menularkan dan tertular Covid-19. Termasuk dirinya yang sempat terpapar Covid-19, tidak diketahui dari mana terpaparnya dan oleh siapa.
Untuk itu, jelas pria yang akrab disapa Gusmul ini, Pemkot Cirebon telah menerbitkan surat pembatasan perjalanan dinas keluar daerah bagi ASN. Pembatasan tersebut terkait semakin meningkatnya angka warga yang terpapar Covid-19 di Kota Cirebon.
“Surat ini ditujukan kepada seluruh perangkat daerah dan BUMD. Karena klaster terbesar penyumbang angka penambahan Covid-19 setelah keluarga dan tenaga medis yakni perjalanan dinas. Yang kemudian menjadi faktor penular kepada pegawai lainnya,” pungkasnya. (Agus/FC)















































































































Discussion about this post