KAB.CIREBON, (FC).- Transformasi Kabupaten Cirebon seperti apapun arah dan konsepnya, adalah sebuah perubahan yang menghendaki segala aspek menjadi lebih baik tak terkecuali masyarakat di dalamnya. Kesejahteraan masyarakatnya menjadi satu indikator utama sebuah transformasi perubahan yang berjuluk “Cirebon Katon” dikatakan berhasil atau tidak.
Di tengah kelindan informasi menyoal Kabupaten Cirebon yang telah meluncurkan Program “Cirebon Eman Ning Mimi” Program baru untuk menyentuh hati inisiatif Pemkab Cirebon yang mengangkat perempuan lansia tak mampu sebagai orang tua asuh sangat bertolak belakang dengan kisah yang dialami pasangan Marina dan Safi’i warga blok Krandon Kulon, RT 02 RW 01, Desa Kaliwulu, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon yang hidup berdua di atas reruntuhan rumahnya yang ambruk beberapa waktu lalu, menjadi cerita minor tersendiri yang sulit dinafikan.
Marina dan suaminya sudah puluhan tahun tinggal di rumah dengan kondisi yang mengkhawatirkan tanpa listrik serta dinding dan kerangka bangunan dari kayu yang nampak lapuk dimakan rayap.
Marina mengaku, sebelumnya pernah ada pendataan oleh Pemerintah Desa setempat untuk mendapatkan bantuan. Namun hingga saat ini bantuan pun tidak kunjung datang.
“Rumah saya dua kali ambruk karena hujan deras beberapa waktu lalu, sekarang ya hanya bisa tidur di tempat seadanya saja. Kebetulan ruang kamar atapnya ada sisa terpal plastik jadi bisa buat tidur. Boro-boro bisa buat bangun rumah, buat makan saja susah,” ujarnya
Sementara itu Masira Ketua RT 02 RW 01 mengatakan, bahwa tragedi rumah ambruk milik Marina bukan semata-mata dipicu cuaca buruk tetapi ada ironi kemiskinan serius yang butuh solusi secepatnya.
”Dulu masih sehat sumber kehidupan sehari – harinya berasal dari mencari rongsok, dan tetangga – tetangganya, ambruk sudah hampir dua tahun karena kondisi bangunan sudah lapuk fisik bangunan sudah sangat tidak layak, kalo hujan ruangan digenangi air karena hanya ditutup terpal” ujar Masira ketua kepada Fajar Cirebon. Jumat (8/8/2025).
“Pernah diajukan (bantuan rutilahu.red) tapi belum ada realisasi dan eksekusi oleh dinas terkait,hujan tadi malam saya cek kondisinya basah kuyup dan tidak ada aliran listrik (gelap), karena terbebani biaya, ini manusia loh, harus di manusiakan” imbuhnya.
Ditempat terpisah Prihatiningsih selaku Kuwu Desa Kaliwulu mengatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan bantuan ke dinas terkait Namun hingga kini hanya dikasih janji-janji saja, tidak tahu realisasinya kapan.
Permasalahannya, ini lebih dari sekadar perkara cuaca buruk, tetapi ada kemiskinan dan kesenjangan warga.
”kami pemdes sudah berupaya maksimal untuk memberikan bantuan semoga saja Pemkab Cirebon bisa cepat segera direspon,”. pungkasnya. (Johan)












































































































Discussion about this post