KAB.CIREBON, (FC).- Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan H Abbas, Desa Weru Lor, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, menagih komitmen Wakil Bupati Cirebon terkait realisasi bantuan tenda semi permanen.
Janji tersebut telah disampaikan sejak November 2025 lalu, namun hingga Februari 2026 belum juga terealisasi.
Ketua Paguyuban PKL Jalan H Abbas, Omo, mengatakan permohonan bantuan tenda semi permanen telah diajukan langsung kepada Wakil Bupati Cirebon untuk sebanyak 218 pedagang. Saat itu, realisasi bantuan dijanjikan akan dilakukan pada akhir tahun 2025.
“Janji itu disampaikan langsung oleh Wakil Bupati, katanya akhir tahun 2025. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami hanya menagih janji karena kondisi cuaca saat ini sangat tidak mendukung,” ujar Omo, Senin (2/2).
Menurut Omo, belum terealisasinya bantuan tenda berdampak langsung terhadap kenyamanan pengunjung yang berujung pada penurunan omzet pedagang. Kondisi tersebut semakin terasa saat hujan dan angin kencang melanda kawasan pusat kuliner Trusmi.
“Tenda yang sekarang dipakai tidak aman dan mudah roboh. Kalau hujan dan angin, pembeli enggan datang,” katanya.
Ia menjelaskan, tenda yang diajukan merupakan tenda semi permanen model hajatan atau food court yang menyatu, sehingga lebih kuat, rapi, dan dapat dibongkar pasang.
Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, tenda tersebut dinilai mampu meminimalkan risiko kecelakaan bagi pedagang.
“Desember lalu saja ada sekitar empat gerobak yang roboh karena hujan dan angin. Kalau tendanya menyatu, risikonya bisa ditekan,” ungkap Omo.
Keluhan serupa disampaikan salah satu pedagang, Dedi Purwandi. Ia menyebut jumlah pengunjung menurun hingga sekitar 20 persen akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan minimnya fasilitas penunjang.
“Kalau hujan dan angin, pembeli jauh berkurang. Bahkan ada barang dagangan yang terpaksa dibuang karena tidak habis terjual,” ujarnya.
Dedi berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon segera merealisasikan janji tersebut, terlebih menjelang bulan Ramadan yang biasanya menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Para PKL berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon, khususnya Wakil Bupati serta dinas terkait, segera menepati komitmen yang telah disampaikan agar aktivitas perdagangan di kawasan Pusat Kuliner Trusmi kembali berjalan normal, sekaligus menjamin keselamatan dan kenyamanan pedagang serta pengunjung. (Johan)











































































































Discussion about this post