KAB. CIREBON, (FC).- Bupati dan Wakil Bupati Cirebon H Imron dan Hj. Wahyu Tjiptaningsih akan memfokuskan pembangunan di tahun 2022 nanti. Pasalnya, pembangunan di Kabupaten Cirebon pada tahun 2021 yang sudah direncanakan hampir semuanya meleset. Hal tersebut dikarenakan adanya Pandemi Covid-19. Imbas dari itu, bukan hanya berdampak ke Kabupaten Cirebon saja, tetapi seluruh Indonesia bahkan dunia.
Apalagi, kebijakan pemerintah pusat kepada kabupaten/kota lain bahkan Provinsi se-Indonesia ditekankan agar anggaran diprioritaskan untuk penanganan Covid-19 dulu, sehingga pembangunan-pembangunan yang sifatnya fisik berimbas ada pengurangan.
“Kemarin, pembangunan yang sudah direncanakan meleset semua, karena anggaran diperintahkan untuk penanganan Covid-19. Kita berdoa mudah-mudahan di tahun 2022 Covid-19 sudah tidak ada, sehingga kita bisa hidup normal lagi dan tentunya ekonomi akan bangkit kembali serta akan berdampak juga terhadap pembangunan yang selama ini tertunda-tunda,” kata Bupati Cirebon, H Imron.
Selain infrastruktur, Imron juga konsentrasi terhadap tiga sektor, diantaranya pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Hanya, kata Imron setelah ia dilantik 2019 lalu, Kabupaten Cirebon langsung dilanda pandemi Covid-19, maka ketiga program tersebut belum dapat terealisasi dengan maksimal.
“Tiga program, yaitu pendidikan, ekonomi dan kesehatan akan difokuskan lagi, tetapi karena faktor anggaran, maka ketiga program itu tidak terealisasi dengan sempurna,” kata Imron.
Dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Kabupaten Cirebon, Imron meminta agar jangan mempersulit, bahkan harus mempermudah investor masuk ke Kabupaten Cirebon. Salah satunya adalah mempermudah regulasi hukum untuk memudahkan investor-investor untuk berinvestasi di Kabupaten Cirebon.
“Kepada dewan, buatlah produk hukum yang memudahkan investor masuk ke Kabupaten Cirebon, agar perekonomian membaik. Pokoknya jangan sampai nabrak aturan,” harapnya.
Berkaitan dengan birokrasi, Imron meminta kepada seluruh pejabat semasa kepemimpinannya agar bisa berinovasi yang bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cirebon.
“Manajemen pemerintahan saya itu beda dengan yang lain. Saya berkeinginan bahwa para pejabat itu harus bisa berinovasi, pejabat diberikan kebebasan untuk mengetahui tugas pokok dan fungsinya. Lalu dijabarkan dengan pola fikir untuk pelayanan terhadap masyarakat, apabila ini adalah untuk pelayanan terhadap masyarakat, maka harus dipermudah,” papar Imron.
Sementara, Wakil Bupati Cirebon, Hj. Wahyu Tjiptaningsih, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Cirebon akan terus berupaya melakukan pembangunan. Bahkan dalam situasi pandemi sekalipun. “Tidak ada lagi wilayah ujung Kabupaten Cirebon termarjinalkan. Saya ingin pembangunan merata sampai ujung perbatasan,” kata Ayu. (Ghofar)












































































































Discussion about this post