“Mungkin yang biasa datang ke muludan pada tahun sebelumnya dapat berdoa bersama di masing-masing kediamannya, jadi tolong difikirkan kembali,” pintanya.
Meskipun begitu pihak Keraton Kanoman Cirebon tetap melaksanakan ritual-ritual yang menjadi syarat utama tradisi dari muludan tersebut.
“Kalau menghilangkan tradisi itu tidak mungkin, karena itu sudah menjadi tradisi kita dan itu tidak mungkin dihilangkan,” paparnya.
Namun pihak Keraton Kanoman sudah mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah personel yang akan dihadirkan pada saat tradisi nanti.
“Kita tidak bisa hilangkan, tapi kita paling mengurangi jumlah personel saja, selain itu juga tradisi akan dilaksanakan secara internal saja,” katanya.
Selain itu, pihak dari Keraton Kanoman Cirebon juga meminta bantuan kepada pihak kepolisian dan juga gugus tugas untuk bersama-sama mencegah terjadinya kluster muludan.
“Saya justru meminta kepada pihak kepolisian baik itu Kapolsek dan Kapolres dan juga gugus tugas untuk bersama-sama mencegah penyebaran COVID-19 di kawasan muludan,” paparnya.
Ratu Mawar menambahkan untuk tradisi panjang jimat juga akan tetap dilaksanakan, dengan mengurangi jumlah personel yang hadir.
“Tradisi muludan itu membutuhkan banyak personel, akan tetapi kita berusaha akan mengurangi pada saat prosesi panjang jimat, dari yang 50 orang mungkin menjadi 10-15 orang,” tandasnya. (Sakti/Job/FC)
















































































































Discussion about this post