KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan resmi meresmikan Tugu Angklung di Jalan Cipari-Cisantana, Kecamatan Cigugur, Rabu (18/03). Kehadiran tugu ini menjadi ikon baru sekaligus penanda penting sejarah budaya Kuningan dalam perjalanan angklung hingga dikenal luas di kancah internasional.
Peresmian yang dipimpin langsung Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar tersebut tidak hanya menjadi seremoni pembangunan fisik, tetapi juga simbol penghormatan terhadap warisan budaya serta dedikasi para tokoh yang telah mengembangkan angklung sebagai identitas daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menegaskan bahwa Tugu Angklung menjadi bukti nyata peran Kuningan sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam lahirnya angklung diatonis.
“Tugu ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol kebanggaan. Ini penegasan bahwa Kuningan memiliki jejak penting dalam sejarah angklung yang kini telah mendunia,” ujarnya.
Menurutnya, angklung saat ini telah berkembang dari alat musik tradisional menjadi media komunikasi budaya yang bersifat universal dan mampu menjangkau berbagai kalangan hingga lintas negara.
Ia juga menyoroti peran tokoh budaya Kuningan, yakni Kuwu Citangtu atau Pak Kucit bersama muridnya Daeng Sutigna, yang berjasa mengembangkan angklung dari tangga nada pentatonis menjadi diatonis. Inovasi tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan angklung hingga dikenal di tingkat global.
“Kalimat ‘Dari Kuningan Menyapa Dunia’ yang akan terukir pada prasasti merupakan refleksi kontribusi nyata daerah ini dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia,” tegasnya.
Selain nilai seni dan budaya, Bupati juga menyinggung sisi historis angklung yang turut hadir dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam momentum Perundingan Linggarjati, sebagai bagian dari identitas nasional.
Peresmian Tugu Angklung ini sekaligus menjadi simbol penguatan nilai toleransi di wilayah Cigugur yang selama ini dikenal dengan keberagaman budaya serta keharmonisan sosial yang terjaga.
Kegiatan berlangsung khidmat dan meriah, ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penampilan seni budaya dari DNR dan Diwangkara yang menambah semarak suasana.
Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap, Tugu Angklung tidak hanya menjadi ikon visual semata, tetapi juga sarana edukasi dan destinasi budaya yang mampu menarik minat masyarakat luas.
Ke depan, keberadaan tugu ini diharapkan menjadi penggerak pelestarian dan pengembangan seni budaya, khususnya angklung, agar tetap lestari dan terus berkembang di tengah arus globalisasi.
(Angga)

















































































































Discussion about this post