Sebelum diberangkatkan ke Malaysia, Ika bersama calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) lainnya sempat menjalani beberapa tahapan persyaratan, di antaranya Medical Check Up (MCU).
“Hasil MCU keluar, setelah itu korban ditampung di salah satu BLK di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Kurang lebih satu Minggu ditampung bersama 6 orang lainnya. Setelahn itu korban diberangkatkan ke Batam melalui Bandara Soekarno-Hatta. Sesampainya di Batam korban sempat diinapkan lagi di salah satu lokasi. Mungkin tempst itu adalah perbatasan negara Indonesia di wilayah Batam dengan tujuan negara Malaysia,” ujar Bayu, didampingi Kasat Reskrim AKP Febry H Samosir saat konferensi pers di Mapolres Majalengka, Jumat (9/6).kemarin.
Di Batam, lanjut Bayu, para korban sempat sempat tinggal sekitar 5 hari. Hingga akhirnya diberangkatkan ke Malaysia lewat jalur transportasi laut. Namun, sebelum benar-benar sampai di perbatasan, korban diperintahkan turun oleh nakhoda.
“Sebelum sampai di perbatasan negara Malaysia, korban beserta rekan lainnya, diperintahkan Nahkoda untuk turun, karena untuk daratan Malaysia sudah dekat atau sudah terlihat,” ucapnya.
Setelah para calon PMI ini turun, kata Waka Polres, kapal tersebut kembali pergi. Saat mereka turun, tiba- tiba ada tembakan dari petugas keamanan Malaysia.
“Tidak lama setelah itu, korban ketahuan oleh tentara Malaysia, ditembaki. Korban bisa sampai di daratan dan diamankan oleh tentara perbatasan Malaysia. Kurang lebih satu hari diamankan di perbatasan Malaysia,” jelas dia.















































































































Discussion about this post