KAB.CIREBON, (FC).- Banjir merendam ratusan rumah warga di empat desa pada dua kecamatan di wilayah tengah Kabupaten Cirebon, Jumat (6/2) sekitar pukul 17.00 WIB.
Bencana hidrometeorologi ini dipicu curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi panjang yang terjadi secara merata di wilayah Kabupaten Cirebon.
Wilayah terdampak meliputi Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung, serta Desa Klayan, Desa Adhidarma, dan Desa Jatimerta Kecamatan Gunung Jati.
Sekretaris Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, menjelaskan banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Kedung Pane dan Sungai Pekik. Luapan dipicu hujan berkepanjangan di wilayah hulu yang menyebabkan debit air meningkat signifikan di daerah hilir.
“Selain faktor curah hujan, kondisi banjir diperparah oleh sedimentasi sungai serta sistem drainase yang tidak berfungsi secara optimal,” ujar Samsul, Sabtu (7/2).
Berdasarkan data BPBD, ketinggian air bervariasi di setiap desa. Di Desa Sutawinangun, genangan mencapai 30 hingga 150 sentimeter. Sementara di Desa Klayan berkisar 20–40 sentimeter, Desa Jatimerta 30–50 sentimeter, dan Desa Adhidarma 10–50 sentimeter.
BPBD mencatat 770 rumah terendam banjir, dengan total 2.770 jiwa dari 920 kepala keluarga terdampak. Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi fasilitas umum, seperti sekolah dan tempat ibadah, serta sempat mengganggu akses jalan di sejumlah titik.
Di Desa Sutawinangun tercatat 415 rumah terendam, disertai dua sekolah dan 10 tempat ibadah yang terdampak. Sementara di Desa Adhidarma, banjir merendam 355 rumah, satu sekolah, dan satu tempat ibadah.
Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan asesmen lapangan, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk penanganan darurat.
“Tidak ada warga yang mengungsi. Saat ini sebagian besar wilayah sudah surut dan akses jalan kembali dapat dilalui kendaraan. Namun di Desa Adhidarma sampai dengan saat ini masih terdapat genangan di beberapa titik,” kata Samsul.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, BPBD merekomendasikan penanganan banjir secara terpadu, meliputi normalisasi sungai dari hulu hingga hilir, rehabilitasi kawasan hutan, penataan ruang berbasis pengurangan risiko bencana, serta penguatan konservasi tanah dan air guna mencegah banjir serupa terulang kembali. (Ghofar)











































































































Discussion about this post