KOTA CIREBON, (FC).- Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cirebon berkolaborasi dengan Accurate serta Kantor Konsultan Pajak Muhamad Wisnu Kusuma Wiguna menggelar seminar edukasi keuangan bagi pelaku usaha. Kegiatan ini berlangsung di Vercoff, Jalan Tuparev, Kota Cirebon, Senin (16/2/2026).
Mengusung tema “Usaha Rapi, Modal Mudah: Apa yang Perlu Disiapkan Pengusaha?”, seminar tersebut menghadirkan langsung Muhamad Wisnu Kusuma Wiguna sebagai pemateri.
Dalam seminar ini, peserta diajak memahami pentingnya penataan bisnis yang profesional, mulai dari pencatatan dan pelaporan keuangan, kepatuhan pajak, hingga kesiapan memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan.
Ketua HIPMI Kota Cirebon, Hisyam Suleiman mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM yang dinilai masih banyak belum memahami pentingnya administrasi usaha.
Menurutnya, HIPMI memiliki sumber daya di bidang keuangan sehingga perlu menghadirkan program kolaboratif. Salah satunya melalui penggunaan sistem pencatatan keuangan dari Accurate agar para pengusaha terbantu dalam menata laporan usahanya.
“Selain edukasi, kami juga ingin memperluas jejaring, membangun koneksi, sekaligus membuka peluang agar semakin banyak pengusaha bergabung bersama HIPMI,” ujar Hisyam.
Hisyam berharap seminar tersebut membawa dampak luas bagi masyarakat. Bukan hanya memberi nilai positif dalam hal pengetahuan, tetapi juga memperkuat ekosistem bisnis dari level UMKM hingga perusahaan besar.
“Harapannya HIPMI bisa dirasakan manfaatnya. Anggotanya makin beragam, dari usaha kecil sampai bisnis besar semua ada,” katanya.
Sementara itu, Muhamad Wisnu Kusuma Wiguna menjelaskan kemudahan mendapatkan modal usaha sangat berkaitan erat dengan kesiapan administrasi dan kepatuhan.
Lembaga keuangan, kata dia, selalu melihat kualitas laporan keuangan dan rekam jejak perpajakan sebelum memutuskan pembiayaan.
Dalam paparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mencatat transaksi dengan rapi, memanfaatkan sistem Accurate, hingga mengetahui indikator apa saja yang biasanya menjadi penilaian bank atau pemberi modal.
Termasuk di dalamnya berbagai rasio keuangan dan perencanaan pajak yang memengaruhi reputasi perusahaan.
“Pengusaha harus sadar laporan keuangan itu penting, pajak juga penting. Dari sana lembaga pembiayaan menilai apakah usaha ini layak atau tidak,” ujarnya.
Wisnu pun berpesan agar pelaku UMKM yang ingin berkembang tidak malas melakukan pencatatan. Sekecil apa pun usahanya, harus dikelola secara profesional serta memisahkan keuangan pribadi dengan bisnis.
“Ini yang sering jadi penyakit UMKM, uang pribadi dan usaha dicampur. Akhirnya sulit membaca kondisi sebenarnya,” kata Wisnu.
Ke depan, kata Wisnu, HIPMI Kota Cirebon memastikan kegiatan serupa akan terus digelar. Seminar literasi keuangan itu direncanakan tetap akan diselenggarakan secara gratis agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan manfaat.
“Tujuannya sederhana, yakni membantu para pengusaha semakin memahami pengelolaan keuangan sehingga mampu naik kelas dan memperbesar peluang pertumbuhan bisnisnya,” pungkas Wisnu. (Agus)










































































































Discussion about this post