Tapi ada salah satu jamaah yang menjadi beban dari manajemen Hawa Tour. Pasalnya, jamaah yang dengan status janda dan berprofesi sebagai penjual gado-gado di Jakarta harus gagal berangkat.
Padahal uang yang dipakainya untuk mendaftar umroh hasil dari tabungannya selama bertahun-tahun dari hasil menjual gado-gado.
“Di grup WA saja dia (penjual gado-gado) yang paling semangat untuk tanya-tanya, tapi dia yang paling tabah saat mendengar peraturan itu. Mungkin itu saja yang menjadi beban saya, karena dia sudah ngumpulin uang nya sudah lama dari hasil jual gado-gado,” tutur Bintang.
Namun tetap saja para agen travel merugi, walaupun visa, tiket pesawat, dan juga hotel masih bisa di jadwalkan ulang, akan tetapi banyak para pendaftar umroh ataupun wisata keluar negeri yang dengan tiba-tiba membatalkan atau tidak jadi mendaftar ke agen travel yang ada.
“Kalau untuk tiket dan hotel bisa di reshcedule (jadwal ulang), untuk visa yang cancel juga tidak akan ada biaya lagi dari agen pada saat pembuatan ulang. Tapi kita juga rugi, karena banyak yang tidak jadi daftar atau membatalkan pesananya. Pada intinya bisnis travel agen saat ini lesu akibat Corona,” tandas Bintang.
Atas hal itu Bintang berharap, agar pemerintah Indonesia bisa menyakinkan kepada Kerajaan Arab Saudi bahwa negara Indonesia bebas dari penyakit Virus Corona. Dan segera berkoordinasi agar pemberhentian jamaah umroh tidak telalu lama. (muslimin)












































































































Discussion about this post